Badan Gizi Nasional (BGN) menyebut pengadaan motor trail listrik untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) kurang tepat sasaran. Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari menilai jenis kendaraan operasional yang telanjur dibeli tersebut kurang cocok digunakan oleh ibu-ibu yang bertugas sebagai Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Agustina menjelaskan bahwa tugas utama Kepala SPPG sebenarnya adalah melakukan pengawasan internal di fasilitas SPPG, sehingga tidak terlalu membutuhkan kendaraan operasional untuk terjun langsung ke lapangan. Terlebih lagi, model kendaraan yang terlanjur dibeli tersebut berjenis motor trail.
"Sudah telanjur motor trail loh. Artinya ya mungkin buat ibu-ibu kayaknya nggak cocok ya kalau motor trail. Nah itu hal-hal itu yang harus dipertimbangkan karena kita bukan mulai dari nol nih," ujar Agustina dalam konferensi pers BGN.
Ia menambahkan, penggunaan motor listrik juga harus memperhatikan ketersediaan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di wilayah operasional agar tidak memicu masalah baru saat mendistribusikan bantuan. Meskit begitu, aset negara yang telanjur dibeli ini akan tetap dimanfaatkan semaksimal mungkin.
Pemerintah berencana dialihkan pemanfaatan motor listrik tersebut ke kementerian atau lembaga lain yang lebih membutuhkan, seperti Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, penyuluh pertanian, hingga tenaga pengajar. Sementara itu, kasus penggelembungan harga (mark up) pengadaan kendaraan tersebut kini tengah diproses secara hukum melalui Pengadilan Tipikor.