Bos Pakuwon Group Alexander Tedja akhirnya buka suara soal pemasangan pagar tinggi di area depan Mal Kota Kasablanka (Kokas). Ia menegaskan bahwa pemasangan pagar setinggi sekitar 2,5 meter itu murni inisiatif manajemen lokal mal dan bukan arahan dari pemegang saham maupun kantor pusat.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Alex memastikan pagar tersebut akan segera dibongkar. Selain itu, ia juga menyebut seluruh mal di bawah naungan Pakuwon Group akan ditata ulang dan disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku agar tak menimbulkan persepsi keliru di masyarakat.
"Itu kebijakan manajemen lokal dan akan segera dibongkar," ujar Alex seperti dikutip dari detikcom, Minggu (2/8).
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait juga turut angkat bicara. Ara, sapaan akrabnya, mengaku telah berkomunikasi langsung dengan Alex Tedja terkait polemik ini. "Saya juga sudah berbicara langsung dengan Pak Alex Tedja. Beliau mengatakan itu hanya inisiatif manajemen lokal dan akan segera diselesaikan," tuturnya dalam rilis resmi.
Pemasangan pagar di Mal Kota Kasablanka yang berlokasi di Jakarta Selatan ini sontak menyedot perhatian publik. Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonzus Widjaja menjelaskan, tujuan awal pemasangan pagar adalah untuk menertibkan arus keluar masuk pengunjung.
"Sebetulnya tujuan utamanya adalah untuk menertibkan arus keluar masuk pengunjung. Kalau terbuka, pengunjung bisa masuk dari mana saja dan keluar dari mana saja, itu membahayakan lalu lintas sekitar," kata Alphonzus di Kantor Kementerian Perdagangan, Kamis (30/7). "Jadi saya kira itu juga sekalian untuk memberikan batas pengaman terhadap demonstrasi-demonstrasi yang suka berlangsung," tambahnya.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung sebelumnya juga menyoroti pemasangan pagar ini. Ia berencana meminta pengelola mal untuk membongkar pagar-pagar tersebut. "Berkaitan dengan pemasangan pagar, saya juga mengamati. Mungkin bagian dari kekhawatiran, tetapi nanti pada saatnya pasti saya akan minta untuk pagar-pagar itu dilepas kembali," ujar Pramono di Blok M, Jakarta Selatan, Jumat (31/7). "Karena kekhawatiran yang berlebihan juga tidak baik. Dan saya sebagai Gubernur Jakarta, koordinasi dengan TNI, Polri, aparat penegak hukum lainnya, kami akan menjaga Jakarta," tegasnya.
Berdasarkan pantauan detikcom, pagar di area depan Mal Kokas berwarna abu-abu dengan tinggi sekitar 2,5 meter. Pagar tersebut terpasang sepanjang kurang lebih 100 meter, membentang dari dekat pintu masuk kendaraan hingga mendekati akses pintu keluar menuju Jalan Raya Casablanca.
Sementara itu, bagian depan mal lainnya tidak dipasangi pagar serupa. Hanya beberapa titik yang menggunakan pagar kaca dengan tinggi tidak lebih dari satu meter yang tetap mengedepankan aspek estetika. Pagar logam vertikal atau pagar bilah yang dipasang di Kokas didesain untuk keamanan, dengan bagian atas yang menyudut dan lancip serta sisi yang sedikit miring.