Pertandingan persahabatan bertaraf internasional antara Galatasaray dan Rennes berakhir dengan skor imbang 3-3 di RAMS Park, Istanbul, Minggu (2/8/2026) malam waktu Turki. Laga yang digelar di kandang raksasa Turki itu menjadi ujian berat bagi skuad asuhan Franck Haise, namun mereka mampu tampil impresif.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Bintang lapangan pada laga ini tidak lain adalah penyerang Rennes, Esteban Lepaul. Pemain yang menjadi top skor Ligue 1 musim lalu itu mencetak triplol yang membuat namanya bersinar. Gol pertama tercipta melalui sepakan lob cantik, kemudian ia menyamakan kedudukan dengan sundulan keras, dan menutup pesta golnya dari titik penalti.
Dengan tambahan tiga gol ini, Lepaul kini telah mengoleksi enam gol dalam empat pertandingan pramusim. Performa apik ini menjadi sinyal positif bagi Rennes yang bersiap menghadapi kompetisi Ligue 1 yang akan bergulir tiga pekan lagi.
Galatasaray sebenarnya sempat unggul lebih dulu melalui gol Victor Osimhen. Mantan striker Napoli itu menjebol gawang Rennes lewat sundulan kepala pada menit ke-19 memanfaatkan situasi tendangan sudut.
Namun Rennes tidak tinggal diam. Mereka langsung merespons melalui skema serangan balik cepat yang berakhir dengan gol spektakuler Lepaul. Tendangan lob pemain berusia 24 tahun itu membuat kiper Galatasaray tidak berkutik, skor menjadi 1-1.
Memasuki babak kedua, Galatasaray kembali mengambil alih keunggulan setelah kesalahan fatal yang dilakukan kiper Rennes, Belazzoug. Kiper asal Aljazair itu salah mengantisipasi umpan silang dan membuka peluang bagi pemain Galatasaray, Sara, untuk mencetak gol.
Tertinggal 1-2, Rennes menunjukkan mentalitas juara. Mereka terus menekan pertahanan Galatasaray. Upaya mereka membuahkan hasil ketika Lepaul kembali mencetak gol melalui sundulan setelah menerima umpan silang sempurna dari Nagida. Kedudukan berubah menjadi 2-2.
Rennes akhirnya berbalik unggul setelah wasit menunjuk titik putih. Ludovic Blas yang lolos dari jebakan offside dijatuhkan di kotak penalti, dan Lepaul yang ditunjuk sebagai algojo sukses melaksanakan tugasnya dengan tenang. Skor 3-2 untuk Rennes.
Keunggulan Rennes sayangnya tidak bertahan hingga peluit akhir. Galatasaray berhasil menyamakan kedudukan setelah memanfaatkan kelengahan lini belakang Rennes. Hingga wasit meniup peluit panjang, skor tetap bertahan 3-3.
Meski hasil imbang, Franck Haise pasti tersenyum dengan performa anak asuhnya. Rennes menunjukkan permainan kolektif yang solid dengan pressing tinggi yang menyulitkan Galatasaray. Mereka mampu mendominasi penguasaan bola dan menciptakan banyak peluang di kandang lawan.
Salah satu pemain yang tampil menonjol adalah Arnaud Nordin. Penyerang sayap kiri itu menjadi momok bagi pertahanan Galatasaray dengan kecepatan dan dribelnya. Ia nyaris mencetak gol jika saja tembakan kirinya tidak mengenai tiang gawang.
Di sisi lain, Galatasaray yang diperkuat duet Victor Osimhen dan Leroy Sané di lini depan masih terlihat tumpul dalam membangun serangan. Mereka kesulitan menembus pressing ketat yang diterapkan Rennes sepanjang laga.
Pertandingan ini menjadi uji coba terakhir bagi Rennes sebelum memulai petualangan di Ligue 1. Sementara Galatasaray masih akan menyambangi markas Monza dan Venezia dalam laga uji coba berikutnya.