Sebagaimana diwartakan oleh media, agenda pemeriksaan yang dilakukan oleh tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi terhadap sejumlah pihak dari Universitas Jenderal Soedirman di Mapolresta Banyumas ternyata menyita perhatian publik lantaran menghadirkan lebih dari satu pejabat tinggi kampus.
Mengutip laporan dari lapangan, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Unsoed, Prof. Dr. Norman Arie Prayogo, turut terpantau berada di gedung Satreskrim Mapolresta Banyumas saat proses pemeriksaan berlangsung.
Berdasarkan pantauan langsung di lokasi kejadian sekitar pukul 20.30 WIB, Norman tampak berada di lantai dua gedung tersebut mengenakan jaket berwarna hitam sambil duduk di sebuah ruangan yang menghadap langsung ke area parkir.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeTidak berselang lama, pejabat tinggi kemahasiswaan tersebut terlihat berpindah ke ruangan lain di lantai yang sama, sementara pihak keluarga tampak mendampingi di sekitar area Mapolresta Banyumas.
Sebelum kemunculan Norman, Wakil Rektor Bidang Akademik Unsoed, Prof. Dr. Ir. Noor Farid, M.Si., telah lebih dulu terlihat keluar dari gedung pemeriksaan sekitar pukul 15.32 WIB untuk menunaikan salat Ashar di masjid kompleks kepolisian.
Usai menjalankan kewajibannya beribadah, Noor Farid langsung kembali masuk ke dalam gedung Satreskrim guna melanjutkan rangkaian pemeriksaan yang didampingi oleh beberapa orang.
Kendati demikian, ketika sejumlah awak media mencoba meminta keterangan resmi terkait agenda pemeriksaan tersebut, Noor Farid memilih untuk tidak berkomentar banyak dan hanya melempar senyum kepada wartawan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari berbagai sumber di lokasi, tim penyidik KPK setidaknya memeriksa sekitar empat orang, di mana dua di antaranya merupakan pejabat tinggi dari lingkungan kampus Unsoed.
Kapolresta Banyumas, Kombes Pol Petrus P Silalahi, turut membenarkan perihal penggunaan ruang pemeriksaan di markas kepolisian tersebut menyusul adanya permintaan resmi dari lembaga antirasuah.
"Betul ada pemeriksaan, tapi konteksnya siapa yang diperiksa tidak tahu siapa yang diperiksa. Memang sih dalam konteks KPK itu meminta ruang periksa ya pasti kita kasih kan, karena hubungannya kan kelembagaan," ujar Petrus saat memberikan konfirmasi kepada awak media.