James Eden, pendiri merek pakaian pria Private White VC, mendadak jadi pusat perhatian setelah pelanggan lamanya, Andy Burnham, resmi menjadi Perdana Menteri Inggris. Daripada merayakan momen tersebut, Eden justru sibuk membela perusahaan dan kliennya dari hujan kritik media.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Daily Mail menjadi salah satu yang paling vokal dengan tajuk berita: "Andy Burnham si Rakyat Jelata, tapi Pakaiannya Desainer, Termasuk Kaos Rp 1,6 Juta, Lebih Mahal dari Penghematan Listriknya." Komentar negatif pun membanjiri media sosial, menuduh Burnham munafik karena mengenakan pakaian mewah di tengah kesulitan ekonomi rakyat.
Eden menolak kritik tersebut dengan tegas. "Seharusnya tidak ada sinisme atau kritik terhadap PM Inggris yang mempromosikan barang-barang Inggris. Tidak ada yang perlu diperdebatkan. Dia adalah juru bicara utama perdagangan dan industri Inggris. Sudah seharusnya dia mengenakan produk buatan Inggris," ujarnya kepada Guardian.
Private White VC memproduksi semua barangnya di pabrik berusia 173 tahun di Manchester. Setiap potong pakaian dirancang, dipotong, dan dijahit di sana. Burnham mulai membeli produk merek ini sekitar tiga tahun lalu, dan Eden menggambarkannya sebagai pribadi yang "rendah hati" dan "bangga sebagai warga Manchester".
Gaya busana Burnham memang sangat kontras dengan pendahulunya, Keir Starmer, yang lebih kaku. Mantan Wali Kota Manchester ini mengusung gaya kasual khas Inggris barat laut. Jaket Harrington tahan air seharga 695 pound, jeans "marine" 295 pound, dan kemeja polo ritsleting 195 pound adalah beberapa barang yang ia kenakan.
Eden, mantan bankir investasi yang mewarisi bisnis tekstil dari kakek buyutnya, menolak anggapan bahwa produknya mahal. "Saya tidak percaya kami mahal sama sekali. Kami menawarkan produk kelas dunia. Kami tidak berkompromi pada kualitas. Kami bekerja dengan yang terbaik, termasuk penenun dan penyelesai terbaik," katanya.
Ia juga membandingkan upah pekerja di pabriknya yang mencapai 20 pound per jam dengan upah di pabrik Eropa Timur (2 euro) atau Asia (20 pence). Karyawan terlama di keluarganya telah bekerja hampir 60 tahun. Eden secara rutin memposting video yang merinci ke mana uang pelanggan mengalir, dengan 99% dari harga jaket 850 pound tetap berada di ekonomi Inggris.
Di tengah gempuran fast fashion dan budaya sekali pakai, Eden justru menekankan nilai investasi jangka panjang. "Jika Anda membayar 10 pound bahkan 50 pound untuk sepotong pakaian dan hancur setelah satu kali cuci, itu tiba-tiba menjadi pakaian yang sangat mahal," ujarnya.
Private White VC mempekerjakan sekitar 100 orang, dengan 90% produk dibuat di pabrik tepi Sungai Irwell dan sisanya dari pemasok independen, termasuk kasmir dari Skotlandia. Eden mengusulkan agar pemerintah mengalokasikan sebagian produksi seragam pertahanan dan NHS ke pabrik-pabrik lokal untuk menciptakan lapangan kerja dan menjaga uang tetap beredar di dalam negeri.
Selama pandemi, pabriknya mendapat kontrak alat pelindung diri (APD) dan merekrut puluhan staf tambahan. Mereka memproduksi jutaan gaun medis dan masker. Kini, peralatan khusus itu dialihkan untuk membuat koleksi rajutan, sehingga banyak pekerja tambahan bisa dipertahankan.
Eden menegaskan dirinya tetap apolitis dan akan mendukung siapa pun yang mengadvokasi produk Inggris. David Beckham, Liam Gallagher, hingga Robert De Niro adalah sebagian klien selebriti yang pernah berkunjung ke pabriknya. Namun Eden memiliki aturan ketat: tidak memberikan satu pun produk secara gratis, termasuk kepada Perdana Menteri.
"Kami tidak akan mempertimbangkan siapa pun yang mencari barang gratis. Itu menunjukkan mereka tidak menghargai waktu, tenaga, tradisi, dan semua kerja keras yang telah dilakukan," tegas Eden. "Mereka bukan untuk kami."