DPR RI mendesak pemerintah untuk memberikan perhatian serius terhadap kondisi psikologis para korban gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT). Berdasarkan laporan media, penanganan pascabencana dinilai tidak boleh hanya berfokus pada evakuasi fisik dan medis semata.
Menurut Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Yahya Zaini, pemerintah juga harus memprioritaskan pemulihan trauma psikologis atau trauma healing bagi masyarakat terdampak, khususnya anak-anak dan warga yang kehilangan anggota keluarga tercinta.
"Pemerintah juga perlu memperhatikan trauma psikologis masyarakat, khususnya anak-anak dan warga yang kehilangan anggota keluarga. Pemulihan kesehatan bukan hanya menyangkut korban luka fisik saja," ujar Yahya dalam keterangannya kepada media, Jumat (21/8/2026).
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribePolitikus Partai Golkar tersebut menilai bahwa setiap bencana selalu meninggalkan duka mendalam serta rasa kehilangan yang besar. Oleh karena itu, pendekatan psikologis sangat krusial untuk membantu masyarakat bangkit dari keterpurukan.
Selain pemulihan mental, Yahya juga mengingatkan pentingnya fasilitas pengungsian yang ramah bagi kelompok rentan. Mulai dari bayi, anak-anak, ibu hamil dan menyusui, lansia, penyandang disabilitas, hingga warga dengan penyakit bawaan harus mendapatkan perhatian khusus.
Ia menambahkan agar pemerintah memastikan ketersediaan ruang aman bagi perempuan dan anak, aksesibilitas bagi disabilitas, penerangan yang memadai, serta petugas keamanan dan mekanisme pengaduan yang jelas di setiap titik pengungsian.