Dunia sulap kerap kali dianggap sebagai murni keterampilan tangan yang mengecoh mata penonton. Namun, pandangan berbeda diungkapkan oleh seorang pesulap profesional bernama Ignasi Stigman atau yang dikenal sebagai Mago Stigman dalam sebuah wawancara eksklusif bersama media internasional.
Sebagaimana diwartakan oleh La Vanguardia pada Jumat, 22 Agustus 2026, Mago Stigman menjelaskan bahwa inti dari sebuah pertunjukan sihir yang memukau tidak terletak pada kecepatan tangan sang pesulap, melainkan pada cara kerja otak penonton itu sendiri.
Dalam perbincangannya bersama jurnalis LluĂs Amiguet, Stigman menekankan pentingnya elemen emosi, memori, dan perhatian manusia. Ia kerap memanggil para sukarelawan dengan menyebut nama mereka untuk menciptakan rasa keterikatan emosional sekaligus mendistraksi perhatian mereka.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeLebih lanjut, ia mengupas konsep "matemagia" di mana trik sulap angka dapat dijelaskan melalui logika matematika murni dan pola tertentu, seperti penomoran mata uang euro yang memiliki aturan baku dari Bank Sentral Eropa.
Stigman juga menyoroti bagaimana manusia sangat mudah tertipu, tidak hanya oleh pesulap, tetapi juga oleh dunia pemasaran hingga ideologi tertentu. Menurutnya, hal tersebut terjadi karena manusia secara alamiah lebih menyukai kepastian palsu ketimbang menghadapi ketidakpastian mutlak.