Sebuah fosil Tyrannosaurus rex yang dinobatkan sebagai salah satu spesimen terbesar dan paling lengkap di dunia resmi terjual dengan harga fantastis. Fosil purba tersebut laku dengan rekor nilai mencapai 50,1 juta dolar AS atau sekitar Rp 812 miliar kepada seorang penawar misterius pada hari Selasa waktu setempat.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Rumah lelang Sotheby's menyatakan bahwa fosil berusia 67 juta tahun yang diberi nama panggilan "Gus" ini kini menjadi rangkaian tulang dinosaurus termahal yang pernah dilelang. Angka ini melampaui rekor sebelumnya senilai hampir 45 juta dolar AS untuk fosil Stegosaurus bernama "Apex" yang juga dijual oleh rumah lelang New York tersebut pada tahun 2024.
"Gus bukan hanya sebuah temuan yang luar biasa, tetapi juga merupakan spesimen yang diekskavasi, didokumentasikan, dipersiapkan, dan dirawat dengan keunggulan nyata. Pasar akan merespons positif ketika spesimen hebat dirawat dengan cara yang benar," ujar Cassandra Hatton, Wakil Ketua Sotheby's setelah proses lelang selesai.
Dengan posisi berdiri tegak, ekor memanjang, dan kaki kanan sedikit terangkat, "Gus" merupakan spesimen dinosaurus dewasa dengan tinggi sekitar 3,8 meter dan panjang 11,5 meter. Fosil ini memiliki tingkat keutuhan sekitar 61 persen dengan bagian tengkorak yang terawetkan secara luar biasa, lengkap dengan rahang kokoh penuh gigi tajam.
Fosil bersejarah ini pertama kali ditemukan pada tahun 2021 di sebuah peternakan di South Dakota. Nama "Gus" disematkan untuk menghormati sang pemilik tanah, Gary Licking, yang meninggal dunia selama proses ekskavasi, restorasi, dan perakitan fosil yang memakan waktu kurang lebih lima tahun tersebut.
Pihak Sotheby's mengungkapkan bahwa pemenang lelang yang berpartisipasi melalui sambungan telepon dan memilih anonim ini berhasil mengalahkan enam penawar lainnya dalam perang harga sengit selama 10 menit. Padahal, sebelum lelang dimulai, fosil ini awalnya hanya diperkirakan akan terjual di kisaran 20 hingga 30 juta dolar AS saja.
Di sisi lain, para ilmuwan yang tergabung dalam Society of Vertebrate Paleontology berharap agar fosil penting seperti "Gus" tetap bisa diakses oleh publik. Mereka mendesak pemilik baru agar bersedia menyumbangkan atau meminjamkan fosil tersebut ke museum terakreditasi agar dapat terus diteliti oleh generasi mendatang.