Sebuah gempa bumi berkekuatan 6,8 magnitudo mengguncang Prefektur Kumamoto di Jepang bagian selatan pada Selasa (28/7), menyebabkan kerusakan bangunan dan menewaskan sejumlah orang di salah satu negara paling rawan gempa di dunia.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Gempa tercatat terjadi di Pulau Kyushu, pulau terbesar keempat di Jepang, sekitar 550 mil dari Tokyo. Wilayah ini masih berusaha pulih dari serangkaian gempa dahsyat pada 2016 yang menewaskan ratusan orang, melukai ribuan, dan menyebabkan kehancuran besar pada ekonomi serta infrastruktur, termasuk landmark Kastil Kumamoto yang terkenal.
Insiden ini termasuk dalam lebih dari 200 gempa "signifikan" di Jepang sejak tahun 2000, dan perkiraan magnitudonya berada di ujung atas skala tersebut menurut US Geological Survey (USGS). Gempa dengan magnitudo 6,8 ini dianggap "kuat" dan berpotensi menimbulkan kerusakan signifikan.
Setidaknya delapan gempa susulan telah tercatat di wilayah tersebut sejak kejadian utama, dengan magnitudo berkisar antara 4,4 hingga 5,6, menurut data dari USGS. Pihak berwenang masih terus memantau situasi dan melakukan penilaian terhadap dampak yang ditimbulkan.
Jepang terletak di Cincin Api Pasifik, wilayah dengan aktivitas seismik dan vulkanik tinggi, sehingga gempa bumi sering terjadi di negara tersebut. Pemerintah Jepang telah lama menerapkan standar bangunan tahan gempa dan sistem peringatan dini untuk meminimalkan korban jiwa.