Kabayan News Kabayan News
/home / internasional / Kebakaran Hutan Eropa, Prancis dan...
INTERNASIONAL

Kebakaran Hutan Eropa, Prancis dan Spanyol Terparah

By Redaksi Kabayan News • 2 min read • 30 Juli 2026
Ilustrasi kebakaran hutan melanda Eropa dengan api membakar pepohonan dan langit dipenuhi asap tebal

Ilustrasi kebakaran hutan melanda Eropa dengan api membakar pepohonan dan langit dipenuhi asap tebal

Kebakaran hutan melanda sejumlah negara di Eropa, dengan Prancis dan Spanyol menjadi wilayah yang terdampak paling parah. Ratusan ribu orang terpaksa dievakuasi dari rumah-rumah mereka akibat amukan si jago merah yang terus meluas.

Berdasarkan data European Forest Fire Information System, luas lahan yang terbakar di Eropa dalam 20 tahun terakhir menunjukkan tren peningkatan. Tahun 2025 tercatat sebagai tahun terburuk dengan lebih dari 1 juta hektare lahan hangus di kawasan Uni Eropa, sementara rata-rata tahunan dalam dua dekade terakhir mencapai sekitar 388.000 hektare.

Petugas pemadam kebakaran masih berjibaku memadamkan api di dekat kota Bordeaux, Prancis, dan Madrid, Spanyol. Otoritas Prancis menyatakan kebakaran ini masih jauh dari selesai dan berpotensi berlangsung selama berbulan-bulan. Sementara itu, pemerintah Spanyol melaporkan lebih dari 131 mil persegi atau sekitar 339 kilometer persegi lahan telah hangus di sekitar Madrid, dan para pengungsi masih menanti kepastian untuk kembali ke rumah.

Fenomena langka terjadi di Prancis, di mana intensitas kebakaran yang begitu tinggi menciptakan "fire clouds" atau awan api. Otoritas setempat menyebut ini adalah pertama kalinya fenomena tersebut muncul di negara itu. "Fire clouds" terbentuk ketika panas ekstrem dari api mendorong uap air dan asap tinggi ke atmosfer, membentuk awan cumulus yang dapat memicu petir dan angin kencang yang justru memperparah kebakaran.

Situasi diperburuk oleh prediksi cuaca yang tak kunjung membaik. Suhu di wilayah yang dilanda kebakaran di Prancis dan Spanyol diprediksi akan melampaui rata-rata normal dalam sepekan ke depan, tanpa ada tanda-tanda hujan yang turun. Kondisi ini tentu sangat mengkhawatirkan bagi upaya pemadaman dan evakuasi.

Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sánchez, menegaskan bahwa kebakaran ini bukanlah "serangkaian peristiwa terisolasi", melainkan "ekspresi paling menyakitkan dari darurat iklim". Pernyataan ini menyiratkan urgensi penanganan krisis iklim yang semakin nyata dampaknya.

Para ilmuwan mengaitkan meningkatnya intensitas kebakaran ini dengan perubahan iklim yang cepat. Eropa diketahui sebagai benua dengan pemanasan tercepat di dunia. Pergeseran mendadak dari kondisi basah ke kering dalam beberapa tahun terakhir telah menciptakan bahan bakar sempurna bagi kebakaran hutan, terutama di wilayah Eropa Barat dan Selatan.

CNN terus memantau perkembangan kebakaran aktif terbesar di Eropa dan menyajikan informasi terbaru secara berkala. Data dan peta pelacakan dapat diakses melalui platform digital CNN untuk memantau wilayah-wilayah yang terdampak.

Topics
kebakaran hutan eropa kebakaran prancis kebakaran spanyol evakuasi kebakaran perubahan iklim fire clouds cuaca ekstrem bencana alam lingkungan hidup krisis iklim
Tim Jurnalis & Analis Berita

Redaksi Kabayan News adalah tim jurnalis profesional, analis, dan kreator konten yang berdedikasi menyajikan berita nasional dan internasional terlengkap. Dari berita politik breaking news hingga analisis ekonomi mendalam, kami hadir untuk masyarakat Indonesia yang cerdas dan haus akan informasi berkualitas.