Dampak bencana gempa bumi yang melanda Nusa Tenggara Timur (NTT) menunjukkan peningkatan eskalasi yang signifikan. Berdasarkan laporan terbaru yang dirilis oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), jumlah warga yang terpaksa mengungsi melonjak tajam hingga puluhan ribu jiwa.
Mengutip laporan media, Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan menyampaikan bahwa jumlah pengungsi kini telah mencapai angka 92.735 jiwa. Angka tersebut mencatatkan lonjakan yang sangat masif apabila dibandingkan dengan pendataan pada hari sebelumnya yang berada di kisaran 59 ribuan jiwa.
Berdasarkan pemutakhiran data lapangan, lonjakan pengungsi terbanyak tercatat terjadi di wilayah Kabupaten Nagekeo, disusul oleh peningkatan jumlah warga mengungsi di Kabupaten Manggarai serta Kabupaten Manggarai Barat. BNPB menyebutkan bahwa pergerakan angka ini sejalan dengan perluasan proses pendataan yang semakin akurat di lokasi terdampak.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeSebagaimana diwartakan, pembengkakan jumlah pengungsi ini terjadi di tengah situasi darurat di mana aktivitas gempa susulan masih terus berlangsung secara intens. Tercatat ribuan kali gempa susulan telah mengguncang wilayah tersebut, termasuk guncangan dengan kekuatan yang cukup besar yang kembali memicu kekhawatiran warga.
Menghadapi situasi yang masih dinamis ini, pihak BNPB secara aktif terus mengimbau seluruh masyarakat di kawasan terdampak untuk meningkatkan kewaspadaan serta kesiapsiagaan tinggi. Warga juga diingatkan agar senantiasa memeriksa kondisi struktural bangunan kediaman masing-masing secara cermat sebelum memutuskan kembali ke dalam rumah guna menghindari potensi bahaya susulan.