Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mengeluarkan instruksi tegas terkait penanganan dampak gempa bumi yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT). Dalam kunjungannya ke Kabupaten Sikka pada Kamis (20/8/2026), Gibran menekankan bahwa keselamatan serta pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak harus menjadi prioritas absolut tanpa hambatan birokrasi.
Mengutip laporan Liputan6, Gibran dengan keras menyatakan bahwa pemerintah tidak boleh membiarkan warga di wilayah terpencil, termasuk pemukiman di pegunungan yang sulit dijangkau, luput dari jangkauan bantuan. "Tidak boleh ada satu pun warga yang tidak tersentuh bantuan, termasuk mereka yang berada di wilayah sulit diakses seperti permukiman pegunungan," tegas Gibran di hadapan jajaran pemerintah dan Forkopimda.
Gibran juga memerintahkan para kepala daerah dan jajaran Forkopimda agar tidak sekadar duduk menunggu laporan di balik meja. Ia meminta seluruh jajaran untuk terjun langsung ke lapangan guna memetakan kendala yang ada secara real-time. Menurutnya, setiap hambatan di lapangan harus memiliki penanggung jawab dengan target penyelesaian yang jelas.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeTerkait upaya pemulihan, Gibran berjanji akan mengawal langsung persoalan ini dan melaporkan setiap temuan di lapangan kepada Presiden Prabowo Subianto. Di sisi lain, mantan Wali Kota Solo ini tetap mengapresiasi kinerja tim tanggap darurat yang telah bekerja keras membantu masyarakat sejak awal bencana terjadi.
Sementara itu, berdasarkan data terbaru yang dirilis oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), jumlah korban jiwa akibat gempa NTT kini mencapai 71 orang. Selain itu, ribuan warga terpaksa mengungsi karena tempat tinggal mereka terdampak, dengan jumlah total pengungsi tercatat sebanyak 59.647 jiwa yang tersebar di beberapa kabupaten seperti Manggarai dan Manggarai Barat.