Aksi gerak cepat ditunjukkan PT Pertamina Patra Niaga dalam merespons bencana gempa bumi yang melanda Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT). Perusahaan pelat merah ini resmi menyalurkan pasokan sebanyak 1 kiloliter atau 1.000 liter bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamina Dex khusus untuk operasional alat berat di lokasi terdampak.
Berdasarkan laporan yang dihimpun, tambahan pasokan energi ini dihadirkan demi memastikan kelancaran proses tanggap darurat serta mempercepat mobilisasi pemulihan infrastruktur bagi warga yang mengalami musibah di wilayah tersebut.
Vice President Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, menyampaikan rasa empati serta duka mendalam atas bencana yang menimpa masyarakat Flores dan sekitarnya. Melalui dukungan logistik ini, pihaknya berupaya meringankan beban warga terdampak.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe"Pertamina Patra Niaga turut merasakan duka yang dialami masyarakat terdampak gempa di Flores. Melalui penyaluran bantuan logistik, kebutuhan energi, serta pembangunan tenda darurat, kami berharap dapat membantu meringankan beban masyarakat dan mendukung proses pemulihan pascabencana," ujar Kitty sebagaimana dikutip dari media.
Lebih lanjut, bantuan energi tersebut didistribusikan bersamaan dengan paket kemanusiaan lainnya yang menyasar sekitar 1.000 warga di Dusun Goloconggo dan Dusun Golosita, Kecamatan Reok, yang berlangsung pada 18 hingga 19 Agustus 2026.
Selain bahan bakar untuk alat berat, Pertamina Patra Niaga juga mendistribusikan berbagai kebutuhan pokok harian seperti beras, air mineral, mi instan, roti, paket sembako, perlengkapan bayi, hingga fasilitas kesehatan dan kebersihan. Tidak hanya itu, perusahaan turut mendirikan tenda darurat sebagai tempat berlindung sementara bagi warga.
Di sisi lain, pemulihan infrastruktur energi di wilayah NTT juga terus digenjot. Berdasarkan laporan terkini, sebanyak 47 dari total 52 SPBU di Pulau Flores telah kembali beroperasi normal pascagempa, sementara lima SPBU lainnya masih dalam pantauan ketat sebelum kembali melayani masyarakat.
Sebagai langkah antisipasi pemulihan, Pertamina Patra Niaga juga menerapkan strategi alih suplai serta mengerahkan tambahan armada mobil tangki dari Bima, Nusa Tenggara Barat. Sebanyak 11 mobil tangki BBM berkapasitas 16 kiloliter serta satu mobil tangki avtur dikerahkan demi memastikan stabilitas energi di lokasi bencana.