Aston Villa memastikan gelar Piala Liga kelima dalam sejarah klub usai mengalahkan Leeds United dengan skor 3-0 pada final yang berlangsung di Stadion Wembley, 24 Maret 1996. Kemenangan ini sekaligus menyamai rekor Liverpool sebagai tim dengan koleksi trofi Piala Liga terbanyak saat itu.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Babak pertama laga berjalan ketat dan hanya tercipta satu gol. Savo Milosevic menjadi aktor pembuka keunggulan Villa yang menutup paruh pertama dengan skor 1-0. Namun, memasuki babak kedua, dominasi anak asuh Brian Little semakin terlihat dan mampu menambah dua gol tambahan.
Ian Taylor mencatatkan namanya di papan skor setelah menerima umpan matang di kotak penalti. Tak lama kemudian, Dwight Yorke melengkapi pesta gol Villa menjadi 3-0. Skor ini bertahan hingga peluit panjang dibunyikan, sekaligus mengubur mimpi Leeds untuk meraih trofi pertama mereka sejak 1968.
Hasil ini menjadi pukulan telak bagi pelatih Leeds, Howard Wilkinson. Para suporter The Whites bahkan melontarkan ejekan kepada Wilkinson dan timnya karena dianggap gagal memberikan perlawanan berarti di laga puncak. Wilkinson sendiri akhirnya meninggalkan kursi kepelatihan Leeds di akhir musim tersebut.
Kemenangan di Wembley 1996 menjadi momen manis terakhir Aston Villa dalam meraih trofi domestik. Butuh waktu selama 30 tahun bagi tim asal Birmingham itu untuk kembali merasakan euforia juara di ajang Eropa, tepatnya ketika mereka berhasil memenangkan UEFA Europa League pada tahun 2026.
Jalur Aston Villa menuju final tidaklah mudah. Mereka harus melewati sederet tim kuat, termasuk Arsenal dan Tottenham Hotspur. Namun, performa apik lini depan dengan duet Yorke-Milosevic serta solidnya pertahanan sukses membawa mereka ke tangga juara. Sementara Leeds, yang sebelumnya menyingkirkan Nottingham Forest dan Manchester United, harus mengakui keunggulan Villa di hari puncak.