Chelsea berhasil meraih gelar Piala Liga 1998 setelah menaklukkan Middlesbrough dengan skor 2-0 pada final yang berlangsung di Stadion Wembley, 29 Maret 1998. Kemenangan ini menjadi trofi perdana bagi Gianluca Vialli sejak resmi ditunjuk sebagai manajer The Blues menggantikan Ruud Gullit di tengah musim.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Pertandingan berlangsung sengit sejak menit awal. Kedua tim sama-sama mengandalkan tembakan dari jarak jauh karena lini pertahanan lawan terbukti cukup solid. Sepanjang 90 menit waktu normal, tak ada gol yang tercipta sehingga laga harus dilanjutkan ke babak perpanjangan waktu.
Babak extra time menjadi milik Chelsea. Mereka tampil lebih dominan dan mampu memecah kebuntuan melalui Frank Sinclair. Bek yang kerap dianggap sebagai biang kekalahan di final FA Cup 1994 karena melakukan pelanggaran dan membuat Mark Hughes mencetak gol, justru menjelma menjadi pahlawan. Sinclair memulai gerakan yang berakhir dengan sundulan kerasnya ke sudut gawang Middlesbrough.
Gol kedua Chelsea lahir dari kaki Roberto Di Matteo. Memanfaatkan tendangan sudut yang gagal disapu bersih oleh pertahanan Boro, Di Matteo dengan tenang menyambut bola dan melepaskan tembakan setengah voli yang bersarang di gawang. Ini menjadi mimpi buruk berulang bagi Middlesbrough, karena Di Matteo juga mencetak gol pertama saat kedua tim bertemu di final FA Cup 1997 yang dimenangkan Chelsea 2-0.
Jalur Chelsea ke final terbilang berat. Mereka harus melewati Arsenal di semifinal setelah kalah 2-1 di leg pertama, namun bangkit dengan kemenangan 3-1 di leg kedua. Sebelumnya, mereka juga mengalahkan Blackburn Rovers, Southampton, dan Ipswich Town melalui laga ulangan. Di sisi lain, Middlesbrough sukses menyingkirkan Liverpool di semifinal dengan kemenangan 2-0 di leg kedua setelah kalah 2-1 di Anfield.
Kegagalan di final Piala Liga menjadi pukulan kedua beruntun bagi Middlesbrough setelah juga tumbang di final tahun sebelumnya. Namun, mereka berhasil bangkit dengan meraih promosi kembali ke Premier League pada akhir musim 1997-98. Sementara bagi Chelsea, trofi ini menjadi awal dari era kejayaan mereka di bawah asuhan Vialli yang kemudian dilanjutkan dengan kemenangan di Piala Winners Eropa beberapa bulan setelahnya.