Pengacara kondang Hotman Paris Hutapea memutuskan untuk pasang badan bagi mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah. Langkah Hotman Paris yang kini resmi menjadi kuasa hukum Febrie Adriansyah tersebut langsung menuai reaksi keras dan memicu kontroversi di ruang publik.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan informasi yang dihimpun, perlawanan terbuka justru datang dari putra pertamanya sendiri, Frank Alexander Hutapea. Frank secara terang-terangan meluapkan rasa kecewanya atas keputusan sang ayah melalui media sosial. Dari pantauan redaksi, sang anak menilai langkah hukum yang diambil ayahnya sudah melenceng dari prinsip awal.
Tidak hanya dari internal keluarga, Hotman Paris juga mendapat sentilan dari Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni. Langkah politik dan hukum Hotman dinilai tidak tepat karena membawa-bawa nama Presiden Prabowo Subianto dalam pusaran kasus yang menjerat Febrie Adriansyah tersebut.
Menurut Ahmad Sahroni, sikap Hotman Paris sangat tidak etis karena telah mengaitkan nama kepala negara dengan proses penegakan hukum yang sedang berjalan di korps adhyaksa. Sahroni menegaskan bahwa proses hukum harus tetap berjalan independen tanpa melibatkan intervensi atau klaim politik tertentu.
Tudingan Hotman Paris bermula setelah dirinya mendampingi Febrie Adriansyah menjalani pemeriksaan sebagai tersangka di Kejaksaan Agung pada Jumat (17/7/2026) malam. Hotman Paris menduga Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo tidak meminta izin ke Presiden Prabowo Subianto saat menetapkan Febrie Adriansyah sebagai tersangka kasus dugaan korupsi dan TPPU di PT Asabri.
Menurut pengamatan tim redaksi, protes keras Frank Alexander Hutapea diunggah secara terbuka melalui akun Instagram pribadinya. Frank membagikan ulang sebuah narasi yang menyentil sikap sang ayah secara menohok terkait idealisme dalam menangani sebuah perkara hukum.
Frank mengkritik sang ayah yang kerap mengaku tidak mengharapkan bayaran, namun dinilai tetap tergiur untuk mengambil kasus dugaan megakorupsi tersebut. "Halah kebanyakan pencitraan," tulis Frank dalam unggahan cerita Instagram miliknya.
Sebagai sesama praktisi hukum, Frank juga meluapkan kemarahannya terhadap program bantuan hukum gratis @hotman911official yang selama ini dibanggakan oleh Hotman Paris. Dari pantauan redaksi, Frank menilai akun dengan motto Pengais Keadilan tersebut kini sudah melenceng jauh dari esensi nilai kemanusiaan yang sebenarnya.