Partai puncak Piala Dunia 2026 yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Mexico akan mempertemukan dua negara raksasa dari benua berbeda, yaitu Argentina dan Spanyol. Namun di luar persaingan taktik di lapangan hijau, laga pamungkas yang digelar di New Jersey Stadium ini turut mengungkap sisi religius yang kuat dari kedua negara.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Baik Argentina maupun Spanyol sama-sama dikenal memiliki tradisi Katolik yang mengakar, salah satunya tercermin melalui penghormatan dan devosi kepada Bunda Maria. Di Argentina, terdapat tradisi devosi kepada Bunda Maria dari Luján (Nuestra Señora de Luján) yang telah menjadi bagian erat dari identitas nasional mereka sejak abad ke-17.
Kisah patung kecil Bunda Maria yang secara ajaib berhenti di Luján diyakini masyarakat setempat sebagai tanda suci bahwa tempat itu dipilih menjadi pusat ziarah. Hingga kini, Basilika Luján menjadi tujuan jutaan peziarah setiap tahunnya yang datang memohon perlindungan, keselamatan, serta berkat bagi keluarga dan bangsa Argentina.
Sementara itu di Spanyol, umat Katolik memiliki devosi yang tidak kalah kuat kepada Bunda Maria del Pilar di Zaragoza. Menurut tradisi Gereja Katolik di Negeri Matador tersebut, Bunda Maria menampakkan diri kepada Rasul Yakobus di atas sebuah pilar untuk menguatkan semangat pewartaan Injil di Semenanjung Iberia, menjadikan Basilika Nuestra Señora del Pilar sebagai salah satu situs ziarah paling penting di dunia.
Tradisi iman yang mendalam ini juga kerap tecermin dalam kehidupan para pesepak bola dari kedua negara. Sebagian pemain Argentina maupun Spanyol dikenal memiliki kebiasaan religius seperti membuat tanda salib, berdoa secara khusyuk sebelum laga dimulai, hingga mengucap syukur di lapangan setelah pertandingan sebagai wujud penyerahan diri kepada Tuhan.
Pertemuan Argentina dan Spanyol di partai pamungkas ini menjadi sebuah kesaksian iman yang unik di mata dunia, memperlihatkan bagaimana spiritualitas di bawah naungan Bunda Maria memberi kekuatan tersendiri. Bagi para pencinta sepak bola religius, siapapun yang mengangkat trofi juara nanti, warna iman dari para pemain kedua tim telah memberikan esensi moral yang indah sepanjang turnamen.
Sebagai informasi tambahan yang memperkuat identitas spiritual mereka, negara Argentina secara nasional menempatkan Bunda Maria dari Luján sebagai pelindung negara yang dirayakan setiap tanggal 8 Mei. Sedangkan Spanyol menetapkan Santo Yakobus Rasul (Santiago Apóstol) sebagai pelindung resmi mereka yang diperingati setiap tanggal 25 Juli.