Bos besar Qualcomm, Cristiano Amon, membagikan pandangan menarik mengenai masa depan teknologi wearable dan jaringan seluler generasi berikutnya. Menurutnya, kehadiran jaringan 6G kelak akan merubah setiap orang menjadi layaknya "kamera berjalan" melalui penggunaan kacamata pintar.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Amon optimis bahwa kacamata pintar akan menjadi perangkat arus utama di masa depan. Kamera terintegrasi pada perangkat ini diprediksi bakal terus merekam video dan mengumpulkan data secara real-time untuk memberi asupan data bagi kecerdasan buatan (AI) personal milik pengguna.
Peran jaringan 6G menjadi sangat krusial karena menawarkan kecepatan transfer data yang jauh melampaui 5G saat ini. Secara teoritis, jaringan masa depan ini mampu mencapai kecepatan hingga 1Tbps dengan memanfaatkan spektrum sub-terahertz serta latensi yang sangat minim.
Meski kacamata pintar sempat meredup pasca peluncuran Google Glass, tren perangkat ini kembali bergairah berkat peningkatan teknologi layar dan desain yang lebih ergonomis. Kolaborasi Meta dan Ray-Ban menjadi salah satu contoh sukses dari kebangkitan kacamata pintar di pasar global.
Kendati demikian, penggunaan kamera pada kacamata pintar masih memicu kekhawatiran terkait privasi. Kehadiran jaringan 6G yang diprediksi mulai bergulir pada dekade 2030-an dipastikan bakal membawa dinamika baru dalam integrasi AI dan privasi pengguna.