Momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Jawa Barat menjadi panggung bagi Ketua Komisi I DPRD Jawa Barat, Rahmat Hidayat Djati, untuk menyuarakan urgensi transformasi di level desa dan kelurahan. Ia menegaskan bahwa pembangunan di tingkat akar rumput harus lebih dari sekadar urusan infrastruktur fisik, melainkan menyentuh inti kesejahteraan masyarakat.
Menurut Rahmat, pengembangan potensi wilayah harus berjalan seirama dengan perlindungan terhadap sumber daya alam. Ia mengingatkan bahwa pembangunan berkelanjutan yang berbasis pada kearifan lingkungan adalah kunci agar kemajuan yang dicapai tidak mengorbankan kualitas hidup warga di masa depan.
Sebagaimana diwartakan dalam keterangannya di Kota Bandung, Rahmat menegaskan bahwa infrastruktur mentereng akan sia-sia jika tidak dibarengi dengan birokrasi yang cekatan. "Jangan sampai infrastrukturnya sudah baik, tetapi pelayanan pemerintah belum mampu menjawab kebutuhan warga. Pembangunan desa dan kelurahan serta transformasi birokrasi harus berjalan beriringan," tegasnya.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeDalam kerangka transformasi tersebut, digitalisasi layanan publik disebut sebagai poin krusial. Namun, ia mengingatkan agar teknologi tidak justru menjadi tembok pembatas bagi masyarakat. Menurutnya, akses terhadap layanan pemerintah harus merata, mudah, dan murah, tanpa memandang lokasi geografis warga.
Mengutip laporan Bandung Berita, Rahmat menyatakan bahwa kesuksesan transformasi digital bukan diukur dari kecanggihan aplikasi semata. Ukuran keberhasilannya adalah sejauh mana teknologi mampu menyederhanakan proses dan mempercepat pelayanan kepada publik secara transparan.
Sebagai penutup, ia menegaskan bahwa fungsi pengawasan DPRD Jawa Barat akan terus difokuskan untuk memastikan bahwa setiap kebijakan pembangunan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas. Harapannya, desa dan kelurahan di Jawa Barat bisa bertransformasi menjadi lebih maju tanpa kehilangan karakter asli dan potensi unik yang dimiliki.