Sporting Clube de Portugal resmi menutup musim 2024-2025 dengan gemilang. Klub berjuluk Leões ini sukses meraih gelar Liga Portugal ke-21 sepanjang sejarah, sekaligus mencatatkan prestasi back-to-back atau dua gelar beruntun yang pertama dalam 71 tahun terakhir, tepatnya sejak musim 1953-1954.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Keberhasilan ini menandai era baru dominasi Sporting di kancah domestik. Dalam lima musim terakhir, klub asal Lisboa ini telah mengoleksi tiga trofi liga, menegaskan bahwa mereka telah keluar dari bayang-bayang periode paceklik gelar yang sempat melanda di awal 2000-an.
Musim ini menjadi ujian berat bagi Sporting setelah ditinggal pelatih Ruben Amorim yang hengkang ke Manchester United pada November 2024. Kepergian Amorim yang membawa Sporting bersaing di papan atas Eropa sempat membuat tim kehilangan ritme, namun Rui Borges yang tiba pada akhir Desember mampu mengembalikan kepercayaan diri skuad.
Borges langsung tancap gas dengan kemenangan 1-0 atas rival abadi Benfica di laga perdananya. Itu menjadi titik balik bagi Sporting yang sempat terseok di bawah asuhan Joao Pereira, yang hanya bertahan delapan pertandingan. Di bawah arahan Borges, Sporting tampil solid hingga akhirnya mengamankan gelar.
Salah satu faktor kunci di balik kesuksesan ini adalah ketajaman Viktor Gyokeres. Penyerang asal Swedia itu kembali menjadi mesin gol dengan mencetak 39 gol dalam 33 pertandingan liga. Secara keseluruhan, Gyokeres mencatatkan 53 gol dalam 51 penampilan di semua kompetisi, menjadikannya kandidat kuat peraih Sepatu Emas Eropa.
Performa apik Gyokeres semakin membuktikan bahwa Sporting adalah tempat bagi para pemain bintang untuk bersinar. Klub yang bermarkas di Estádio José Alvalade ini memang dikenal memiliki akademi dan strategi rekrutmen yang mumpuni, seperti yang pernah melahirkan nama-nama besar seperti Luis Figo dan Cristiano Ronaldo.
Di sisi Eropa, Sporting juga menunjukkan taringnya. Mereka sukses menahan imbang dan mengalahkan raksasa Inggris, Manchester City, dengan skor 4-1 di fase grup Liga Champions. Meski akhirnya tersingkir oleh Borussia Dortmund di babak play-off, performa tersebut cukup untuk mengingatkan Eropa akan kebangkitan kekuatan Sporting.
Kesuksesan ini menjadi mahkota bagi kepemimpinan Frederico Varandas. Di bawah administrasinya, Sporting tidak hanya sukses di atas lapangan, tetapi juga menyelesaikan restrukturisasi keuangan besar-besaran. Utang yang sempat membelit klub berhasil ditekan, menjadikan kondisi keuangan Sporting sebagai salah satu yang terbaik di Portugal.
Dengan fondasi yang kokoh antara prestasi dan keuangan, Sporting CP kini menjelma sebagai entitas olahraga paling stabil di Portugal. Era hegemoni baru sepak bola Portugal tampaknya sedang dibangun oleh Leões, dengan target tidak hanya berjaya di domestik, tetapi juga kembali bersaing di papan atas Eropa.