Aktor senior Jason Alexander secara terbuka menyampaikan permohonan maaf kepada Courtney Stodden setelah model tersebut mengkritik tajam sebuah sketsa komedi kontroversial yang diproduksi pada tahun 2012 silam. Kala itu, Stodden masih berstatus anak di bawah umur saat menjalani pengambilan gambar untuk proyek tersebut.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Dalam pernyataan resminya, bintang serial komedi legendaris itu mengungkapkan rasa penyesalannya atas dampak psikologis yang dialami Stodden. "Tetapi yang lebih penting, saya sangat meminta maaf atas kerugian atau kepedihan yang telah saya sebabkan kepada Nona Stodden. Saya menyampaikan permohonan maaf yang tulus kepadanya," ujar Jason Alexander.
Langkah permohonan maaf ini diambil usai Stodden mengunggah kritik terbuka melalui akun Instagram miliknya. Ia mengungkap bahwa dalam sketsa komedi garapan Funny or Die tersebut, Alexander berulang kali menggosokkan ponsel ke area dadanya sembari berseloroh bahwa tidak ada sinyal di kepalanya tetapi ada banyak sinyal di dadanya. Tak hanya itu, Stodden juga menyebut sang aktor melontarkan lelucon mengenai niat membawa dirinya ke belakang sofa saat sudah menginjak usia 18 tahun.
Stodden, yang kini berusia 31 tahun, menegaskan bahwa dirinya baru berumur 17 tahun saat syuting berlangsung dan merasa menjadi satu-satunya anak kecil di lokasi tersebut. Ia menyoroti keterlibatan Alexander yang juga bertindak sebagai penulis naskah, serta mempertanyakan bagaimana jajaran orang dewasa di lokasi bisa menganggap materi lelucon tersebut wajar untuk diperagakan.
Membantah tuduhan bahwa dirinya berpartisipasi secara sukarela, Stodden menegaskan bahwa secara hukum ia belum memiliki kapasitas untuk mengambil keputusan sendiri kala itu. Seluruh kontrak kerja ditandatangani oleh orang dewasa dan pendapatan dari proyek tersebut mengalir ke mantan suaminya, Doug Hutchison, yang menikahinya saat Stodden baru berusia 16 tahun.
Dalam beberapa tahun terakhir, Courtney Stodden secara aktif bertransformasi menjadi seorang advokat yang menolak praktik pernikahan anak di bawah umur. Ia secara konsisten bersuara mengenai pengalaman masa lalunya dan mengecam figur-figur dewasa yang dinilainya telah melakukan eksploitasi saat ia masih belia.