Mantan bintang NFL Marcellus Wiley dengan tegas membantah tuduhan bahwa dirinya telah melakukan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) terhadap mantan istrinya, Annemarie Wiley. Dalam dokumen tanggapan atas permohonan perintah penahanan KDRT yang diajukan Annemarie, Marcellus mengakui bahwa pernikahan mereka tidak sempurna, namun ia bersikeras tidak pernah melakukan kekerasan.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Dokumen hukum yang diajukan pada Jumat sore waktu setempat tersebut menyatakan bahwa tuduhan yang dilayangkan Annemarie sangat memilukan, memalukan, dan sama sekali tidak benar. Marcellus berusaha membersihkan namanya dari segala tuduhan miring yang kini tengah menjadi konsumsi publik.
"Kami tidak memiliki pernikahan yang sempurna. Kami mengalami perselisihan, frustrasi, dan periode ketegangan perkawinan. Namun, saya tidak pernah melakukan kekerasan fisik, kekerasan seksual, atau dengan sengaja menyakiti istri saya kapan pun selama hubungan kami," ujar Marcellus Wiley dalam dokumen pengadilan tersebut.
Marcellus juga mengaku sangat terluka ketika mengetahui Annemarie mengategorikan beberapa keintiman pernikahan mereka sebagai tindakan pemerkosaan. Ia menambahkan bahwa tuduhan tersebut sepenuhnya palsu karena dirinya tidak pernah memaksa, membujuk, atau melakukan pelecehan seksual terhadap sang mantan istri.
Lebih lanjut, pria yang kini aktif di dunia hiburan ini mengklaim pihak kepolisian tidak pernah sekalipun dipanggil ke rumah mereka selama pernikahan atas dugaan kekerasan. Marcellus menyatakan baru pertama kali mengetahui tuduhan dari Annemarie setelah wanita tersebut mengajukan gugatan cerai.
Secara khusus, Marcellus membahas mengenai insiden liburan akhir pekan 4 Juli lalu, di mana ia sempat ditangkap oleh polisi dan didakwa atas dugaan penganiayaan domestik. Ia menegaskan tidak pernah memukul, mendorong, menyenggol, mencengkeram, atau meletakkan tangannya pada Annemarie dalam kondisi marah selama perjalanan tersebut.
Bagi Marcellus, salah satu bagian terberat dari proses hukum ini adalah kehilangan kontak dengan anak-anaknya. Hal ini terjadi setelah hakim mengabulkan permintaan Annemarie untuk perintah penahanan sementara awal bulan ini. Ia pun meminta pengadilan untuk mengevaluasi semua bukti secara menyeluruh sebelum mengambil keputusan akhir.
Ini bukan pertama kalinya Marcellus membantah tuduhan Annemarie. Sebelumnya, ia sempat merilis pernyataan tak lama setelah gugatan cerai diajukan dan menyebut mantan istrinya telah kehilangan akal sehat. Marcellus juga baru-baru ini mengajukan dokumen hukum yang memastikan bahwa ia memiliki saksi mata saat kejadian akhir pekan 4 Juli untuk membantah semua tuduhan tersebut.