Hanya tersisa dua pertandingan dalam gelaran FIFA World Cup 2026. Prancis dan England akan saling menjegal untuk memperebutkan tempat ketiga, sebelum perhatian dunia sepenuhnya tertuju pada laga final yang mempertemukan Argentina melawan Spain pada hari Minggu besok.
// RELATED STORIES
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan sejarah, France dan England sudah bertemu tiga kali di ajang FIFA World Cup. England memenangkan dua pertemuan awal, yaitu saat mengalahkan Prancis 2-0 di fase grup 1966 dan 3-1 di fase grup pertama 1982. Namun, France memenangkan pertemuan terakhir mereka dengan menekuk Three Lions 2-1 di perempat final World Cup 2022 di Qatar.
Menurut superkomputer Opta, France lebih diunggulkan untuk memenangkan playoff tempat ketiga ini. Setelah melakukan 25.000 simulasi sebelum pertandingan, model tersebut memberikan Les Bleus peluang menang sebesar 50,7 persen dalam waktu normal 90 menit. Sementara itu, England hanya diberi peluang menang 25,6 persen, dan 23,7 persen simulasi berakhir imbang.
Di sisi lain, kekalahan England dari Argentina di semifinal memicu kritik keras terhadap Thomas Tuchel. Media Inggris mempertanyakan keputusan taktis pelatih asal Jerman tersebut, terutama pergantian pemain yang dinilai terlalu bertahan. Mantan kapten England, Gary Lineker, bahkan mempertanyakan apakah Tuchel adalah orang yang tepat, mengingat ia dikontrak khusus untuk mempersembahkan trofi besar.
Sementara itu, partai final antara Spain dan Argentina akan digelar di New York-New Jersey Stadium, East Rutherford. Spain mengincar mahkota World Cup kedua mereka, sedangkan juara bertahan Argentina berusaha mengamankan gelar keempat mereka. Presiden AS Donald Trump dilaporkan bakal hadir untuk menyerahkan trofi World Cup kepada sang pemenang.
Pertandingan final ini juga menjadi panggung sorotan bagi Lionel Messi dan Lamine Yamal. Media kembali mengungkit foto ikonik tahun 2007 milik Joan Monfort untuk kalender amal UNICEF, yang memperlihatkan Messi berusia 20 tahun sedang memandikan seorang bayi. Bayi tersebut kini telah tumbuh dewasa dan menjadi bintang muda Spain, Lamine Yamal.
Meski demikian, persiapan Spain jelang final sempat terganggu oleh kualitas udara yang buruk akibat asap dari kebakaran hutan di Canada. Para pemain terpaksa berlatih di bawah langit berkabut di New Jersey utara. Sejauh ini, pihak penyelenggara terus memantau situasi dan menyatakan belum ada indikasi laga final hari Minggu akan ditunda.