Pihak kepolisian mengungkapkan fakta terbaru terkait insiden kecelakaan maut yang melibatkan sembilan kendaraan di Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang. Berdasarkan hasil penyelidikan awal, truk pengangkut air mineral yang menjadi pemicu tabrakan beruntun tersebut tidak hanya mengalami rem blong, tetapi juga mengalami gangguan serius pada sistem transmisi.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Menurut keterangan Kasat Lantas Polrestabes Medan, AKBP Sri Lestari Widodo, masalah teknis pada kendaraan tersebut membuat sopir tidak mampu mengendalikan laju truk saat melintasi jalanan menurun. "Awalnya sopir mau nurunin gigi dari 4 ke 3, tapi sudah enggak dapat. Transmisinya sudah bermasalah," ujar AKBP Sri Lestari Widodo saat memberikan keterangannya.
Berdasarkan pemeriksaan terhadap kernet truk bernama Suherman Kurniawansyah, gangguan pada transmisi dan pengereman sebenarnya telah dirasakan jauh sebelum kendaraan tiba di lokasi kejadian. Ketika sopir berusaha memperlambat laju kendaraan dengan menurunkan posisi gigi, sistem transmisi sudah tidak merespons, sementara fungsi rem utama juga mendadak hilang total.
Dari pantauan redaksi, insiden tragis ini melibatkan satu truk pengangkut air mineral, dua unit mobil pickup colt diesel, lima unit mobil pribadi, serta satu unit sepeda motor. Benturan keras yang terjadi di jalur lintas tersebut mengakibatkan empat orang meninggal dunia serta delapan orang lainnya mengalami luka-luka, di mana enam korban di antaranya masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Menurut penjelasan kepolisian, truk yang terus meluncur deras sempat menyerempet kendaraan truk tangki di depannya sebelum sopir membanting setir ke kanan untuk menghindari tabrakan yang lebih parah. Namun, laju truk yang tak terkendali akhirnya menghantam antrean kendaraan di lokasi kejadian. Saat ini, sopir truk bernama Bronsom Sinaga alias Ilham telah resmi ditahan dan ditetapkan sebagai tersangka oleh pihak kepolisian.