Kabayan News Kabayan News
/home / berita / Keluarga Berharap, AS Nyatakan...
BERITA

Keluarga Berharap, AS Nyatakan Cendekiawan Ditahan Keliru di China

By Dewi Lestari 2 min read 21 Agustus 2026
Keluarga berharap cendekiawan yang ditahan di China segera dibebaskan

Keluarga berharap cendekiawan yang ditahan di China segera dibebaskan

Keluarga seorang cendekiawan asal Myanmar yang ditahan di China menyambut baik keputusan Departemen Luar Negeri Amerika Serikat yang secara resmi menyatakan bahwa penahanan tersebut dilakukan secara keliru, dengan harapan langkah ini dapat mempercepat proses pembebasannya.

Sebagaimana diwartakan dalam laporan media, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio mengambil keputusan tersebut setelah melalui peninjauan mendalam terhadap berbagai aspek kasus yang menimpa Min Zin, yang telah mendekam di dalam tahanan sejak awal bulan Juni lalu.

Mengutip laporan media, penetapan status tersebut diumumkan menjelang rencana pertemuan penting antara Presiden China Xi Jinping dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Amerika Serikat pada bulan mendatang, yang dinilai menjadi momentum krusial bagi diplomasi kedua negara.

Aung Maw Zin selaku saudara kandung korban mengungkapkan rasa syukur yang mendalam atas respons cepat dari pemerintah Amerika Serikat, seraya menegaskan bahwa saudaranya murni mendedikasikan waktu dan penelitiannya untuk persoalan Myanmar, bukan melakukan tindakan spionase seperti yang dituduhkan.

Sementara itu, pihak Kedutaan Besar China di Washington DC menyampaikan bahwa penegakan hukum di negara mereka berjalan sesuai prosedur peradilan yang berlaku dan menolak sebutan penahanan keliru, sementara keluarga tetap berpesan agar Min Zin terus menjaga keteguhan mental di tengah masa-masa sulit.

Topics
china amerika serikat myanmar politik internasional diplomasi berita global
Koresponden Internasional & Analis Global

Dewi membawa perspektif global untuk pembaca Kabayan News. Dengan pengalaman tinggal di Amerika Serikat, Inggris, dan Singapura, ia memahami dinamika geopolitik dan ekonomi dunia. Kini berbasis di Jakarta, ia meliput bagaimana isu global berdampak pada Indonesia, dengan fokus pada hubungan internasional, perdagangan global, dan isu-isu kemanusiaan.