Winda Lorenza Gowasa ditemukan tewas secara tidak wajar di kamar mandi rumah mantan mertuanya di Kompleks Bumi Asri, Medan Helvetia, pada Minggu 2 Agustus 2026. Almarhumah diketahui pernah menjalani pemeriksaan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi dalam skandal suap importasi barang PT Blueray Cargo di lingkungan Bea Cukai.
Berdasarkan hasil pemeriksaan medis di RS Bhayangkara Medan oleh dr. Mistar Ritonga, ditemukan indikasi luka tembak tempel pada area kepala korban. Proyektil peluru tersebut bahkan sempat meretakkan dasar tengkorak korban, selain adanya temuan bekas luka sayat di bagian tangan.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribePihak Polrestabes Medan sebelumnya menduga kuat bahwa korban mengakhiri hidupnya dengan menggunakan senjata api yang merupakan kepunyaan dari sang mantan suami bernama Bripka Imansyah Harefa. Kendati demikian, skenario bunuh diri tersebut langsung ditolak mentah-mentah oleh pihak keluarga korban.
Ayah korban, Sanalui Gowasa, didampingi tim hukum resmi membuat laporan ke Polda Sumatera Utara karena mendapati adanya sejumlah kejanggalan fisik berupa lebam di sekujur tubuh jenazah. Keluarga meyakini kematian Winda tidak wajar dan mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut kasus ini secara transparan.
Kejanggalan Fisik dan Desakan Usut Tuntas Kasus Kematian
Gelombang desakan transparansi juga datang dari Anggota Komisi XIII DPR RI, Yasonna Laoly. Mantan Menteri Hukum dan HAM tersebut meminta kepolisian segera membentuk Tim Khusus dengan melibatkan jajaran Puslabfor Polri guna mengungkap misteri di balik kematian saksi kunci tersebut.
Praktisi hukum Fawer Full Fander Sihite turut melayangkan sorotan tajam dan menyodorkan puluhan pertanyaan krusial terkait penanganan perkara ini. Ia menyoroti keabsahan prosedur autopsi, keberadaan rekaman CCTV, hingga pemeriksaan sidik jari serta DNA pada senjata api yang digunakan.
Pihak keluarga berharap penyelidikan kepolisian dapat dilakukan secara objektif tanpa ada yang ditutupi agar penyebab pasti kematian korban dapat segera terungkap. Kasus ini kini menjadi perhatian publik luas mengingat latar belakang korban yang berkaitan dengan penanganan perkara korupsi di tingkat nasional.
Polda Sumut didesak untuk mendalami setiap petunjuk baru yang diberikan oleh pihak keluarga termasuk memeriksa secara mendalam pihak-pihak yang berada di sekitar tempat kejadian perkara sebelum korban ditemukan meninggal dunia.