Ancaman kekeringan kini menghantui sejumlah wilayah di Kota Semarang seiring dengan datangnya puncak musim kemarau. Berdasarkan laporan terkini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang telah menetapkan lima kecamatan sebagai zona prioritas pemantauan karena potensi krisis air bersih yang cukup tinggi.
Kelima wilayah yang dimaksud meliputi Kecamatan Tembalang, Ngaliyan, Gunungpati, Mijen, dan Banyumanik. Menurut Kabid Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Kota Semarang, Patrick Bagus Yudhistira, wilayah-wilayah tersebut memang kerap menjadi langganan kekurangan air bersih setiap tahunnya saat cuaca ekstrem melanda.
Sebagaimana diwartakan, BPBD Kota Semarang memprediksi tekanan terhadap ketersediaan air bersih akan semakin meningkat drastis pada periode Agustus hingga September. "Diperkirakan akan meningkat memasuki Agustus hingga September," ungkap Patrick dikutip dari pernyataan resminya.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeMengantisipasi situasi tersebut, Pemerintah Kota Semarang melalui BPBD telah menyiapkan cadangan bantuan sebanyak 900 ribu liter air bersih. Langkah nyata pun sudah mulai dilakukan, di mana hingga Selasa (18/8/2026), sebanyak 48 ribu liter air telah disalurkan kepada warga yang membutuhkan di wilayah terdampak.
Salah satu penyaluran terbaru dilakukan di RT 7 RW 10 Kelurahan Meteseh, Kecamatan Tembalang, yang menyasar sekitar 36 kepala keluarga. BPBD menegaskan komitmennya untuk terus melakukan distribusi air selama masyarakat masih mengalami kesulitan mendapatkan akses air bersih.
Bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan, mekanisme pengajuan terbilang cukup mudah. Warga cukup melapor kepada RT setempat untuk diteruskan ke pihak kelurahan dan BPBD. Selain itu, warga juga bisa menghubungi layanan darurat 112. "Selain itu juga bisa langsung kontak BPBD ke 112," pungkas Patrick.