Kesehatan saluran cerna anak memiliki keterkaitan langsung dengan proses tumbuh kembang otak serta sistem pertahanan tubuh, terutama pada masa 1.000 Hari Pertama Kehidupan. Berdasarkan pengamatan Kabayan News, fenomena biologis ini menjadi sorotan utama dalam dunia medis modern demi mencetak generasi berkualitas.
Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Prof. dr. Taruna Ikrar, M.Biomed., MD, Ph.D. menjelaskan perkembangan sains membuktikan adanya jalur komunikasi erat antara usus dan otak atau gut-brain axis. "Keseimbangan mikrobiota usus berperan penting dalam menjaga sistem imun sekaligus mendukung pematangan fungsi otak pada masa awal kehidupan," ujarnya dalam sebuah forum ilmiah di Nusa Dua, Bali.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeMenurut Taruna, periode emas tersebut sangat menentukan tingkat kecerdasan dan produktivitas seseorang di masa depan melalui mekanisme neuroplastisitas. Sebagaimana dilaporkan dari analisis Kabayan News, gangguan keseimbangan mikrobiota atau disbiosis berisiko memicu peradangan sistemik yang menghambat fungsi neurologis anak.
Pakar Gastroenterologi dan Nutrisi Anak dari University Hospital Brussels Prof. Yvan Vandenplas, MD, Ph.D. menambahkan bahwa organ pencernaan manusia dihuni oleh sekitar 100 triliun mikrobiota. Mengutip laporan resmi, organisme tersebut memegang kendali sentral dalam optimalisasi penyerapan nutrisi dan perlindungan daya tahan tubuh.
Upaya menjaga kesehatan pencernaan dapat ditempuh melalui pemenuhan asupan biotik secara seimbang, seperti prebiotik, probiotik, dan sinbiotik. Berdasarkan paparan ahli, pemberian nutrisi tepat guna ini mampu memastikan bakteri baik di dalam usus bekerja secara maksimal.