Kondisi lingkungan tempat tinggal membantu menjelaskan kesenjangan rasial dalam kelangsungan hidup pasien kanker ovarium berdasarkan studi terbaru dari University of Pittsburgh.
Berdasarkan analisis Kabayan News, wanita yang tinggal di komunitas rentan sosial menghadapi risiko kematian 20 persen lebih tinggi setelah diagnosis kanker ovarium dibandingkan kelompok lain.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe"Kami menduga konteks tempat tinggal memengaruhi hasil, tetapi mengejutkan saat mengetahui dampaknya jauh lebih kuat pada wanita kulit hitam," ujar Francesmary Modugno selaku peneliti senior studi tersebut.
Epithelial ovarian cancer merupakan jenis kanker ginekologis paling mematikan dengan angka kelangsungan hidup lima tahun kurang dari 40 persen khusus pada pasien wanita kulit hitam.
Studi kolaboratif bersama University of Alabama at Birmingham ini menganalisis data ribuan pasien menggunakan indeks kerentanan sosial dari Centers for Disease Control and Prevention.
Temuan ini diharapkan mendorong sistem kesehatan memberikan dukungan tambahan seperti bantuan transportasi serta layanan navigasi pasien agar perawatan medis berjalan optimal.