Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul berjanji menghadirkan undang-undang kontrol senjata api baru menyusul insiden penembakan massal di pinggiran Bangkok yang merenggut sembilan nyawa. Berdasarkan laporan, tragedi berdarah tersebut melibatkan seorang remaja berusia 14 tahun yang melancarkan aksi penembakan di Debsirin Nonthaburi School.
Dalam keterangannya kepada awak media, PM Anutin menyatakan pemerintah bakal membatasi kepemilikan senjata api secara ketat bagi masyarakat umum. "The new law will only allow government officials on duty to carry guns," ujarnya menegaskan langkah pembatasan tersebut.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeBerdasarkan analisis awak media, Thailand merupakan salah satu negara dengan tingkat kepemilikan senjata api tertinggi di Asia. Kasus penembakan brutal ini kembali memicu urgensi reformasi hukum setelah sebelumnya pelaku sempat menembak kakek dan neneknya sebelum mendatangi sekolah.
Kementerian Kesehatan Thailand melaporkan belasan korban luka masih menjalani perawatan insentif di rumah sakit dengan beberapa di antaranya berada dalam kondisi kritis. Mengutip laporan institut forensik setempat, sebagian besar korban tewas mengalami luka tembak fatal pada bagian vital seperti dada dan kepala.
Pemerintah Thailand berharap aturan baru ini mampu meredam tingginya angka kekerasan bersenjata serta memulihkan rasa aman masyarakat. Pihak sekolah sendiri memutuskan meliburkan kegiatan belajar mengajar sementara waktu pasca insiden tragis tersebut.