Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menguak fakta baru terkait penyidikan kasus dugaan pengondisian hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Berdasarkan laporan lembaga antirasuah, pola lobi jahat tersebut diduga tidak hanya terjadi di Kabupaten Muara Enim, tetapi juga meluas ke sejumlah daerah lain di Sumatera Selatan.
Pelaksana Tugas Direktur Penyidikan KPK Achmad Taufik Husein mengungkapkan bahwa tim pemeriksa atau auditor BPK yang diduga terlibat ternyata tidak hanya diminta melakukan pemeriksaan di Muara Enim saja. Wilayah lain seperti Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) dan Empat Lawang turut masuk dalam radar penelusuran penyidik.
"Jadi yang bersangkutan pemeriksa dari auditor ini tidak hanya diminta untuk melakukan pemeriksaan di wilayah Muara Enim saja gitu," ujar Taufik dalam keterangannya sebagaimana dikutip dari media massa.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeIndikasi tersebut semakin menguat setelah penyidik memeriksa Bupati PALI Asgianto. Pemeriksaan intensif ini dilakukan untuk mengurai kemungkinan adanya kesamaan modus operandi dalam upaya mengatur opini audit BPK di berbagai daerah.
Dari hasil pendalaman sementara, Bupati PALI diduga meminta bantuan kepada pihak tertentu agar daerah yang dipimpinnya bisa meraih predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menjelaskan bahwa langkah tersebut diambil lantaran Kabupaten PALI belum pernah mencicipi opini WTP sejak tahun 2013.
"Di mana Kabupaten PALI ini sejak 2013, ini belum pernah mendapatkan WTP, opininya selalu WDP," ungkap Budi.
Kendati menemukan indikasi serupa di daerah lain, pihak KPK menegaskan bahwa fokus utama penyidikan saat ini tetap berada pada kasus di Muara Enim. Temuan di wilayah lain, termasuk PALI, digunakan untuk memperkuat konstruksi hukum serta membuktikan adanya niat jahat dari para tersangka.
Hingga saat ini, penyidik KPK masih terus mendalami apakah permintaan untuk memperoleh opini WTP di Kabupaten PALI tersebut juga berujung pada transaksi suap. Pemeriksaan saksi-saksi secara maraton terus dilakukan guna menuntaskan pengusutan perkara ini secara menyeluruh.