Rantai pasok global menghadapi gangguan ganda di titik-titik krusial seperti Laut Merah dan Selat Hormuz, memicu lonjakan biaya operasional serta pembengkakan waktu transit.
Berdasarkan laporan FreightWaves, Oliver Sawbridge dari Zero100 menyebutkan krisis serentak ini memberikan dampak berlipat ganda karena menutup dua koridor utama perdagangan Asia-Eropa sekaligus.
"Ketika satu titik kritis terganggu, biasanya masih ada jalur alternatif terbuka, tetapi saat ini kita menghadapi hantaman ganda," ujar Oliver Sawbridge menjelaskan situasi pelik tersebut.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribePengalihan rute melalui Tanjung Harapan menambah waktu perjalanan sekitar tiga minggu di setiap arah, sementara premi asuransi perang melonjak tajam dari 0,6 persen hingga mencapai 2 persen.
Berdasarkan analisis Kabayan News, fenomena perubahan iklim dan dinamika geopolitik kini menjadi faktor struktural utama yang menuntut para pelaku bisnis untuk segera memperkuat ketahanan logistik.