Wali Kota Tanjungbalai, Mahyaruddin Salim, mengambil langkah strategis dengan menghadiri rapat koordinasi sinkronisasi teknis terkait rencana penetapan alur pelayaran masuk Pelabuhan Tanjungbalai Asahan. Berdasarkan laporan media harianSIB.com, kegiatan penting ini diselenggarakan oleh Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut di Bogor dan berlangsung pada 19 hingga 21 Agustus 2026.
Rapat koordinasi tersebut bertujuan untuk mematangkan proses penyiapan penetapan alur pelayaran demi meningkatkan keselamatan navigasi, menjamin keteraturan lalu lintas kapal, serta mendukung konektivitas wilayah kepulauan secara optimal. Mahyaruddin menjelaskan bahwa forum ini mempertemukan berbagai perwakilan kementerian, lembaga, Pemko Tanjungbalai, Pemkab Asahan, serta para pemangku kepentingan terkait.
Dalam keterangannya, Mahyaruddin menyampaikan bahwa Direktur Kenavigasian, Hernadi Tri Cahyanto, menegaskan posisi alur pelayaran sebagai instrumen utama dalam penyelenggaraan keselamatan navigasi. Jalur pergerakan kapal yang krusial ini tentu harus didukung oleh perencanaan matang serta data teknis yang sangat akurat.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeLebih lanjut, pihak Kemenhub menyoroti peran strategis Pelabuhan Tanjungbalai Asahan yang menjadi penopang utama mobilitas masyarakat sekaligus jalur distribusi logistik di Provinsi Sumatera Utara. Seiring dengan terus meningkatnya aktivitas pelayaran dari waktu ke waktu, keberadaan alur pelayaran yang tersertifikasi memberikan kepastian navigasi yang berkelanjutan.
Menutup rangkaian rapat tersebut, Mahyaruddin mengutip pernyataan Hernadi bahwa kualitas alur pelayaran sangat bergantung pada kevalidan data dan perencanaan teknis yang diterapkan. "Oleh karena itu, sinkronisasi teknis diperlukan untuk memastikan seluruh data, kajian, dan rekomendasi yang menjadi dasar penetapan alur telah selaras dan memenuhi aspek keselamatan pelayaran," ucap Mahyaruddin.