Buku adalah karya tulis berukuran panjang yang diciptakan oleh satu atau lebih penulis. Karya ini dapat didistribusikan dalam berbagai bentuk seperti buku cetak, audiobook, dan buku elektronik atau ebook. Secara luas, buku diklasifikasikan menjadi fiksi yang berisi narasi imajinatif dan non-fiksi yang menyajikan konten berdasarkan fakta kebenaran.
Istilah buku tidak hanya merujuk pada konten tulisannya, tetapi juga pada objek fisik atau elektronik yang memuat karya tersebut. Buku modern umumnya dicetak dalam format codex, terdiri dari banyak halaman yang dijilid bersama dan dilindungi oleh sampul. Sebelum mesin cetak modern diadopsi secara luas, codex digunakan untuk membuat manuskrip tulisan tangan. Media tulis yang lebih tua meliputi gulungan dan lempung tanah liat.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeAsal-usul kata buku dalam bahasa Inggris berasal dari bahasa Inggris Kuno bōc yang mirip dengan bahasa Norse Kuno bók dan bahasa Saxon Kuno bōk. Semua ini diduga berasal dari bahasa Jermanik hipotetis *bōks yang berarti "pohon beech". Dalam bahasa Slavia seperti Rusia dan Bulgaria, kata bukva yang berarti "huruf" juga memiliki kognat dengan "beech". Hal ini mendukung dugaan bahwa tulisan Indo-Eropa paling awal mungkin dipahat pada kayu pohon beech.
Sejarah buku dimulai ribuan tahun lalu dengan lempung tanah liat yang digunakan di Mesopotamia kuno. Tablet cuneiform yang dibuat sekitar 3200 SM selama periode Uruk di wilayah Irak modern menjadi salah satu bukti tulisan tertua yang masih ada. Lempung ini dibuat dari potongan tanah liat pipih yang kemudian ditulisi dengan stylus. Tablet tanah liat sangat tahan lama dibandingkan media tulis awal lainnya dan banyak yang bertahan hingga saat ini.
Evolusi Buku dari Manuskrip ke Era Digital
Di Mesir kuno, sistem tulisan formal yang dikenal sebagai hieroglif berkembang seiring dengan cuneiform Mesopotamia. Para juru tulis Mesir menulis teks hieroglif pada papyrus yang digulung menjadi gulungan. Gulungan papyrus tertua yang masih ada ditemukan di makam Hemaka pada 2900 SM. Juru tulis menggunakan tinta hitam dan merah, dengan warna merah digunakan untuk menyoroti elemen seperti judul dan bagian pembuka. Praktik ini disebut rubrication dan digunakan selama ribuan tahun.
Revolusi besar terjadi dengan diperkenalkannya codex, format yang menjadi cikal bakal buku modern. Codex memperkenalkan format di mana lembaran-lembaran dengan ukuran seragam dijilid di sepanjang satu sisi dan biasanya dilindungi oleh dua sampul dari bahan yang lebih kuat. Berbeda dengan buku modern, codex awal adalah manuskrip tulisan tangan dan halamannya tidak terbuat dari kertas, melainkan perkamen atau vellum yang berasal dari kulit binatang. Codex mendominasi dunia Romawi pada masa Late Antiquity dan menjadi standar yang bertahan hingga sekarang.
Penyebutan tertulis pertama tentang codex sebagai bentuk buku berasal dari penyair Romawi Martial dalam Apophoreta CLXXXIV pada akhir abad pertama Masehi. Ia memuji kepraktisan codex yang ringkas. Format codex kemungkinan dikembangkan dari kebiasaan Romawi mengikat tablet lilin bersama. Perkembangan ini menandai pergeseran besar dari gulungan ke format yang lebih efisien dan mudah dibawa.
Inovasi berikutnya datang dengan penemuan mesin cetak yang mengubah industri buku secara fundamental. Mesin cetak memungkinkan produksi buku dalam jumlah besar dengan biaya lebih murah, membuat pengetahuan lebih mudah diakses oleh masyarakat luas. Revolusi ini juga mendorong peningkatan literasi dan penyebaran ide-ide baru yang kemudian memicu era Renaisans dan Revolusi Ilmiah.