European Commission beroperasi sebagai lembaga eksekutif utama Uni Eropa yang mengawasi jalannya seluruh kebijakan serta undang-undang di kawasan tersebut.
Berawal dari High Authority dalam European Coal and Steel Community pada tahun 1951 atas usulan Robert Schuman, lembaga ini terus mengalami transformasi besar seiring perkembangan integrasi benua biru.
Organisasi ini terdiri atas 27 anggota komisi dari tiap negara anggota yang terikat sumpah jabatan demi memperjuangkan kepentingan seluruh Uni Eropa secara independen.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeKepemimpinan tertinggi berada di tangan presiden yang dicalonkan oleh Dewan Eropa dan wajib memperoleh dukungan penuh dari Parlemen Eropa sebelum resmi memegang kendali pemerintahan.
Transformasi dan Krisis Internal European Commission
Sepanjang sejarah panjangnya, lembaga eksekutif ini tidak lepas dari berbagai ujian berat termasuk krisis politik dan skandal internal yang mengguncang stabilitas birokrasi.
Salah satu titik balik paling dramatis terjadi pada tahun 1999 ketika seluruh jajaran komisaris di bawah kepemimpinan Jacques Santer mengundurkan diri massal akibat skandal fraud dan korupsi.
Peristiwa tersebut memicu reformasi besar-besaran serta penguatan peran pengawasan Parlemen Eropa demi menciptakan tata kelola pemerintahan transparan dan akuntabel.
Kini di bawah kepemimpinan Ursula von der Leyen, lembaga terus beradaptasi menghadapi tantangan global modern serta memperkuat posisi strategis Uni Eropa di panggung internasional.