Timnas Inggris kelompok umur di bawah 17 tahun atau yang lebih dikenal dengan England U17 merupakan salah satu tim junior paling bergengsi di Eropa. Di bawah naungan The Football Association (FA), tim ini menjadi ajang pembuktian bagi talenta-talenta muda sebelum menembus tim senior. Saat ini skuad asuhan Liam Bramley terus berjuang mempertahankan reputasi sebagai salah satu kekuatan sepakbola junior dunia.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Puncak kejayaan England U17 terjadi pada Oktober 2017. Kala itu, mereka berhasil menjuarai Piala Dunia U17 untuk pertama kalinya setelah mengalahkan Spanyol di partai final. Gelar ini terasa istimewa karena lahir dari generasi emas yang melahirkan nama-nama besar seperti Phil Foden yang meraih Golden Ball sebagai pemain terbaik turnamen, serta Rhian Brewster yang menjadi top skor dan meraih Bronze Ball.
Di level Eropa, Inggris U17 juga memiliki catatan impresif. Mereka pertama kali menjadi juara UEFA European Under-17 Championship pada 2010 setelah menaklukkan Spanyol di final. Kala itu Connor Wickham menjadi pahlawan dengan gol kemenangan sekaligus dinobatkan sebagai pemain terbaik turnamen. Gelar kedua datang pada 2014 setelah mengalahkan Belanda lewat adu penalti.
Meski sempat menjadi runner-up di edisi 2017 setelah kalah adu penalti dari Spanyol, Inggris U17 tetap menunjukkan konsistensi. Turnamen 2018 yang digelar di kandang sendiri menjadi momen pahit karena mereka tersingkir di semifinal setelah kembali dikalahkan Belanda dalam adu penalti. Namun prestasi ini tetap menjadi bukti bahwa regenerasi pemain muda Inggris berjalan dengan baik.
Untuk kualifikasi UEFA European Under-17 Championship 2026, skuad asuhan Bramley diisi pemain kelahiran 1 Januari 2009 ke atas. Mereka tergabung di Liga B dan bertemu dengan Faroe Islands, Israel, dan Estonia pada Maret 2026. Beberapa nama yang dipanggil antara lain kiper Jack Porter dari Arsenal, bek Leo Shahar dari Wolverhampton Wanderers, serta gelandang andalan Max Dowman dari Arsenal.
England U17 juga rutin mengikuti turnamen persahabatan seperti Nordic Tournament dan Algarve Tournament, serta menyelenggarakan turnamen internasional tahunan FA. Kompetisi ini menjadi ajang uji coba sekaligus mematangkan taktik sebelum bergulirnya turnamen resmi UEFA dan FIFA.
Sejarah mencatat Inggris U17 telah dua kali finis keempat di Eropa pada 2003 dan 2004, serta menjadi runner-up pada 2007. Perjalanan panjang ini menunjukkan bahwa meskipun belum sekonsisten Spanyol atau Jerman, England U17 tetap menjadi tim yang patut diperhitungkan. Dengan pembinaan akademi yang makin masif, bukan tidak mungkin mereka akan kembali berjaya di panggung dunia.