Kabar duka menyelimuti warga Kabupaten Sragen setelah seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) bernama Galang Satrio Priambodo, 25, dilaporkan meninggal dunia di Jepang. Berdasarkan laporan media, pemuda asal Desa Padas, Kecamatan Tanon, Sragen, itu diduga tewas karena tenggelam di Sungai Toyohashi, Prefektur Aichi.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari pihak berwenang, insiden tragis tersebut terjadi ketika korban bersama rekan-rekannya beraktivitas di luar jam kerja. Rekan-rekan korban sebenarnya sempat memperingatkan agar tidak berenang di sungai tersebut karena kerap dijadikan lokasi pelarungan abu jenazah oleh warga lokal, namun nahas peristiwa itu tetap terjadi.
Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Sragen, Rina Wijaya, menjelaskan bahwa korban telah berada di Jepang selama lima tahun dengan skema Specified Skilled Worker (SSW) setelah sebelumnya merampungkan program magang. Kendati berstatus sebagai pekerja terampil, pihak perusahaan di Jepang dilaporkan tidak mendaftarkan korban dalam program asuransi.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe"Status korban sudah tahun kelima di Jepang, statusnya sudah specified worker, bukan magang lagi. Perusahaan tempat korban bekerja di Jepang ternyata tidak mendaftarkan asuransi untuk korban, sehingga biaya pemulangan jenazah dari Jepang ke Indonesia ditanggung secara swadaya dan penggalangan dana solidaritas sesama komunitas PMI di Jepang," ungkap Rina.
Meski terkendala masalah asuransi, proses pemulangan jenazah terus dikawal ketat oleh pemerintah daerah melalui koordinasi intensif dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Jepang serta BP3MI Jawa Tengah. Rencananya, jenazah korban yang telah menjalani proses pengawetan akan tiba di tanah air melalui Bandara Adi Soemarmo, Boyolali, untuk segera diserahkan kepada pihak keluarga di Sragen.