Nepal memanfaatkan kecerdasan buatan untuk membantu petani mengatasi gangguan monyet liar yang kerap menyerang dan merusak lahan pertanian di berbagai wilayah pedesaan. Berdasarkan laporan Mongabay, konflik berkepanjangan antara petani dan kera rhesus ini mendorong para periset lokal mencari solusi berbasis teknologi canggih.
Studi terbaru menunjukkan hampir setengah dari pola makan kera rhesus di wilayah tersebut berasal dari hasil tanaman budidaya warga. Kondisi tersebut memaksa para petani di desa-desa sentral Nepal harus berjaga secara bergiliran setiap dua jam demi melindungi ladang mereka dari serangan satwa liar.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeProgress Jung Thapa selaku peneliti dari Madan Bhandari University of Science and Technology mengembangkan sistem kamera cerdas yang dilatih mengenali perilaku monyet. Dari pengamatan Kabayan News, sistem inovatif ini diklaim memiliki tingkat akurasi tinggi dalam mendeteksi pergerakan serta aktivitas makan satwa tersebut.
"Jika monyet masih memantau situasi, petani memiliki waktu merespons, namun apabila hewan tersebut sudah makan, tindakan harus segera diambil," ujar Thapa menjelaskan mekanisme kerja alat deteksi buatannya yang terhubung langsung ke ponsel petani.
Selain sistem peringatan dini, akademisi Tribhuvan University bernama Santosh Giri turut merancang purwarupa pengusir ultrasonik berbasis AI untuk menghalau kera. Kendati demikian, para ahli mengingatkan bahwa tantangan di lapangan masih cukup besar mengingat kera rhesus dikenal sebagai hewan yang sangat adaptif terhadap lingkungan.