Kabayan News Kabayan News
/home / berita / Pelaku Serangan Berlin Pride Tewas...
BERITA

Pelaku Serangan Berlin Pride Tewas Ditembak Polisi, Begini Kronologinya

By Dewi Lestari • 3 min read • 30 Juli 2026
Petugas polisi bersenjata di lokasi serangan Berlin Pride dan pemandangan Taman Tiergarten

Petugas polisi bersenjata di lokasi serangan Berlin Pride dan pemandangan Taman Tiergarten

Polisi Jerman berhasil menembak mati pelaku serangan teror di perayaan Berlin Pride, Minggu (26/7). Aksi brutal yang disebut sebagai "serangan teror Islamis" itu menewaskan satu orang dan melukai 29 lainnya di Taman Tiergarten, dekat lokasi acara komunitas LGBTQ+.

Pelaku diidentifikasi sebagai Abdul B., warga negara Jerman keturunan Lebanon berusia 21 tahun. Ia lahir di Jerman pada 2005 dan sudah dikenal polisi sebagai bagian dari "kalangan Islamis" di Berlin. Bahkan, ia disebut-sebut pernah berupaya bergabung dengan kelompok Islamic State (ISIS).

Berdasarkan informasi dari jaksa penuntut Jerman, Abdul B. sempat melakukan perjalanan ke Lebanon pada 2025 dengan niat menuju Suriah untuk bergabung dengan ISIS. Ia ditangkap di Lebanon dan menjalani hukuman tiga bulan penjara karena menghasut konflik agama dan sektarian.

Setelah kembali ke Jerman, pengadilan remaja Berlin menjatuhkan vonis bersyarat satu tahun 10 bulan penjara atas kasus persiapan aksi kekerasan serius dan menyebarkan propaganda ISIS. Ia dibebaskan sambil menunggu banding, demikian dikutip dari dokumen pengadilan oleh Associated Press.

Penembakan terjadi saat polisi menemukan keberadaan Abdul B. di kompleks kebun allotment di distrik Spandau, Berlin, sekitar pukul 18.00 waktu setempat. Pelaku disebut menyerbu ke arah petugas dengan membawa senjata tajam, sehingga unit taktis SEK melepaskan tembakan.

Meskipun petugas medis berusaha melakukan resusitasi, pelaku dinyatakan meninggal di tempat kejadian. Polisi memastikan bahwa tidak ada korban luka lainnya yang masih dalam kondisi kritis pasca-serangan.

Insiden bermula pada Sabtu malam, sekitar pukul 22.00 waktu setempat, ketika sebuah van menabrak sejumlah pejalan kaki di Taman Tiergarten. Lokasi kejadian berada di dekat rute parade namun di luar area resmi acara. Van tersebut kemudian ditemukan menabrak pohon dan ditinggalkan pelaku.

Seorang saksi mata menggambarkan suasana mencekam, "Awalnya ada suara dentuman keras. Kami tidak bisa langsung mengenali teriakan karena suara pesta dan musik. Baru setelah polisi membersihkan taman dengan senapan mesin dan menyuruh kami pulang, kami sadar apa yang terjadi."

Wali Kota Berlin Kai Wegner mengungkapkan bahwa korban tewas adalah seorang warga negara Polandia yang sedang berada di kota bersama putrinya. Kementerian Luar Negeri Polandia masih dimintai konfirmasi terkait hal ini.

Menteri Dalam Negeri Jerman Alexander Dobrindt secara tegas menyebut insiden ini sebagai "serangan teror Islamis". Pelaku menggunakan kendaraan sebagai senjata sebelum menyerang orang lain dengan senjata yang diduga parang atau machete.

Kanselir Jerman Friedrich Merz mengutuk keras aksi tersebut sebagai "perbuatan keji" dan serangan terhadap masyarakat Jerman. Ia berjanji akan memikirkan konsekuensi tegas dan mempertahankan kebebasan serta nilai-nilai toleransi yang dijunjung tinggi.

Sebelum tragedi, lebih dari 1 juta pendukung telah merayakan Berlin Pride dengan damai. Parade Christopher Street Day yang pertama kali digelar pada 1979 itu dikenal sebagai salah satu acara Pride paling berpengaruh di Eropa.

Komisioner LGBTQ+ pemerintah Berlin, Alfonso Pantisano, menyampaikan dukungannya melalui Instagram, "Kepada komunitas terkasih, saya tahu banyak dari kalian yang takut. Saya pun merasakannya. Namun kalian tidak sendirian dalam ketakutan, duka, dan kemarahan ini."

Rapper Jerman Ikkimel yang tampil di pembukaan Berlin Pride juga menyampaikan solidaritas, "Cinta tidak pernah menjadi kesalahan, ketakutan dan kebencian tidak pernah menjadi jawaban. Tolong tetap kuat, saya akan selalu membela kita semua."

Topics
berlin pride serangan teror polisi jerman islamis lgbtq van ramming machete abdul b tiergarten friedrich merz
Koresponden Internasional & Analis Global

Dewi membawa perspektif global untuk pembaca Kabayan News. Dengan pengalaman tinggal di Amerika Serikat, Inggris, dan Singapura, ia memahami dinamika geopolitik dan ekonomi dunia. Kini berbasis di Jakarta, ia meliput bagaimana isu global berdampak pada Indonesia, dengan fokus pada hubungan internasional, perdagangan global, dan isu-isu kemanusiaan.