Jakarta - PT Rans Entertainmen Indonesia Tbk (RANS) akhirnya buka suara terkait hengkangnya Grandy Prajayakti dari jajaran direksi. Emiten milik presenter Raffi Ahmad itu menegaskan langkah mundur Grandy murni didasari alasan pribadi, bukan karena pertikaian internal perusahaan.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Penjelasan resmi itu disampaikan manajemen RANS dalam surat tanggapan atas permintaan klarifikasi dari Bursa Efek Indonesia (BEI). Dalam surat tersebut, perseroan menyatakan pengunduran diri Grandy tidak dibumbui perselisihan sedikit pun dengan direksi lain, dewan komisaris, maupun pemegang saham.
"Sepanjang pengetahuan Perseroan, pengunduran diri tersebut merupakan keputusan pribadi Saudara Grandy Prajayakti dan tidak terdapat perselisihan dalam bentuk apa pun, baik dengan Perseroan, Direksi, Dewan Komisaris, maupun pemegang saham Perseroan," tulis manajemen RANS dalam keterbukaan informasi yang dikutip Kamis (30/7/2026).
RANS juga membantah keras isu bahwa rencana pengunduran diri Grandy sudah diketahui sejak proses penawaran umum perdana atau IPO. Manajemen menyebut selama penyusunan prospektus hingga pencatatan saham di bursa, tak pernah ada pembahasan atau indikasi soal kepergian Grandy. Surat pengunduran diri baru diterima perseroan pada 22 Juli 2026.
Meski satu kursi direktur kosong, emiten berkode saham RANS itu mengaku belum terburu-buru mencari pengganti. Pasalnya, susunan direksi yang tersisa--satu direktur utama dan dua direktur--dinilai masih memenuhi aturan minimal bagi perusahaan terbuka. Tugas dan tanggung jawab Grandy pun akan dibagi ke direktur utama dan direktur lainnya sesuai pembagian kerja yang telah ditetapkan.
Perseroan pun meyakinkan bahwa strategi bisnis dan target yang dipaparkan saat IPO tetap berjalan mulus. Tak cuma di RANS, Grandy juga sudah tak lagi menjabat sebagai direktur di PT Rans Kosmetik Indonesia (Slavina) dan sejumlah entitas anak maupun afiliasi. Posisi itu nantinya akan diisi oleh pihak lain lewat mekanisme yang berlaku, dan perseroan menegaskan hal ini tak akan mengganggu rencana akuisisi Slavina.
Manajemen RANS menambahkan, pengunduran diri Grandy tak berdampak material terhadap operasional, tata kelola, pencapaian rencana bisnis, maupun penggunaan dana hasil IPO. "Seluruh kegiatan operasional Perseroan tetap berjalan normal dan didukung oleh manajemen serta tim yang solid, sehingga Perseroan tidak memandang perlu adanya langkah mitigasi khusus sehubungan dengan pengunduran diri dimaksud," tulis perseroan.
Hingga kini, RANS belum memiliki rencana perubahan susunan direksi dan dewan komisaris lainnya selain yang sudah diumumkan pada 24 Juli 2026. Manajemen juga memastikan tak ada informasi material lain yang perlu diketahui investor terkait pengunduran diri ini. Sebelumnya, Direktur Keuangan RANS, Rumunggu Yokonapita, mengungkapkan surat pengunduran diri Grandy resmi diterima pada 22 Juli 2026 dengan alasan pribadi.
"Pada 22 Juli 2026, Perseroan menerima surat permohonan pengunduran diri Saudara Grandy Prajayakti sebagai Direktur Perseroan. Pengunduran diri tersebut disampaikan atas dasar alasan pribadi," kata Rumunggu dalam keterbukaan informasi BEI.