Pelarian panjang seorang buronan kelas kakap yang masuk dalam daftar orang paling dicari atau most wanted Interpol Beijing akhirnya menemui titik akhir. Pria bernama Zheng Rongjing tersebut tak berkutik ketika diringkus oleh aparat penegak hukum saat menginjakkan kakinya di wilayah Indonesia, mengakhiri persembunyian internasional yang telah lama dipantau oleh otoritas global.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan informasi yang dihimpun, pengungkapan jejak pelarian ini berawal dari permohonan resmi NCB Beijing kepada NCB Interpol Jakarta untuk melacak keberadaan sang buron. Jejak digital dan fisik Zheng berhasil terendus secara presisi hingga ia terpantau mendarat di Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta menggunakan penerbangan komersial pada Rabu malam.
Dalam keterangannya saat konferensi pers di gedung Bareskrim Polri, Sekretaris NCB Interpol Indonesia Divhubinter Polri, Brigjen Untung Widyatmoko, menjelaskan proses penyergapan tersebut. "Sesaat setelah mendarat, kemudian kami dengan dibantu rekan-rekan dari Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, rekan-rekan dari Ditjen Imigrasi, melakukan penangkapan dan mengamankan yang bersangkutan," kata Brigjen Untung kepada awak media.
Berdasarkan catatan investigasi internasional, Zheng dikenal sebagai pemain kunci dalam sindikat kejahatan siber lintas negara. Ia diduga kuat mengoperasikan aktivitas penipuan daring atau online scam di salah satu kompleks atau compound penipuan terbesar yang berbasis di Kamboja, yang selama ini menjadi sarang kejahatan terorganisir.
Menanggapi kedatangan buronan tersebut ke Tanah Air, Polri saat ini tengah mendalami motif serta kemungkinan adanya jaringan lokal yang terlibat. Dari analisis awak media, kehadiran gembong kriminal siber asing di Indonesia seringkali mengindikasikan adanya upaya perluasan infrastruktur ilegal atau perlindungan dari pihak-pihak tertentu yang ingin memanfaatkan jaringan penipuan tersebut.
Saat ini, Zheng masih diamankan secara intensif di Polda Metro Jaya guna menjalani serangkaian pemeriksaan mendalam sebelum nantinya diserahkan kembali kepada pihak NCB Interpol Beijing. Brigjen Untung menegaskan bahwa operasi penangkapan ini merupakan bukti nyata komitmen kuat Kepolisian Republik Indonesia dalam memberantas kejahatan transnasional terorganisir di kancah global.