Otoritas resmi Jepang menyatakan bahwa operasi pencarian korban di sebuah pusat perbelanjaan yang porak-poranda akibat ledakan pascagempa bumi kuat telah resmi dihentikan. Keputusan ini diambil setelah tim penyelamat memastikan tidak ada lagi korban atau orang hilang yang tertimbun di lokasi kejadian.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan data dari kantor manajemen bencana wilayah Kumamoto, total ada 12 orang yang berhasil dievakuasi dari reruntuhan bangunan tersebut. Dari jumlah itu, sebanyak tujuh orang dikonfirmasi telah meninggal dunia, sementara sisanya berhasil diselamatkan dari lokasi bencana.
"Kami telah melakukan pencarian menyeluruh selama dua hari terakhir bekerja sama dengan petugas pemadam kebakaran, Pasukan Bela Diri, dan unit kepolisian daerah untuk memastikan tidak ada lagi orang yang hilang," ujar seorang pejabat kepolisian dalam rapat manajemen bencana.
Pihak pengelola mal, Aeon, mengonfirmasi bahwa ketujuh korban jiwa yang ditemukan di lokasi merupakan karyawan dari toko-toko penyewa yang berada di dalam pusat perbelanjaan tersebut. Selain di mal, operasi penyelamatan sebelumnya juga telah dihentikan di sebuah pabrik kertas menyusul robohnya cerobong asap yang menelan korban jiwa.
Gempa berkekuatan magnitudo 7,1 yang mengguncang wilayah barat daya Jepang ini telah menimbulkan kerusakan parah secara meluas. Bencana tersebut meratakan rumah-rumah penduduk, merusak jembatan, memicu kebakaran hebat, serta melumpuhkan pasokan listrik dan air bersih bagi ribuan warga.
Hingga akhir pekan ini, lebih dari 9.000 warga yang sebagian besar merupakan lansia masih bertahan di berbagai pusat pengungsian sementara. Meskipun pemadaman listrik sebagian besar telah berhasil diatasi, sekitar 59.000 rumah tangga dilaporkan masih mengalami krisis air bersih.
Jepang dikenal sebagai salah satu negara dengan aktivitas seismik tertinggi di dunia karena terletak di atas empat lempeng tektonik utama di sepanjang Cincin Api Pasifik. Wilayah Kumamoto sendiri sebelumnya juga pernah diguncang dua gempa dahsyat pada tahun 2016 yang merenggut ratusan nyawa.