Kabayan News Kabayan News
/home / berita / Perkuat Pertahanan, Xi Jinping...
BERITA

Perkuat Pertahanan, Xi Jinping Dorong Militer China Kebut Teknologi AI

By Dewi Lestari • 1 min read • 30 Juli 2026
Presiden China Xi Jinping saat memberikan arahan terkait modernisasi militer dan teknologi AI

Presiden China Xi Jinping saat memberikan arahan terkait modernisasi militer dan teknologi AI

Presiden China Xi Jinping kembali menegaskan ambisi besar negaranya dalam sektor pertahanan. Orang nomor satu di Negeri Tirai Bambu tersebut secara tegas meminta jajaran militernya untuk mempercepat adopsi teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) serta sistem otonom.

Langkah strategis ini dinilai krusial demi mewujudkan angkatan bersenjata yang lebih modern, adaptif, dan berbasis teknologi tinggi di masa depan. Instruksi tersebut disampaikan langsung oleh Xi dalam sesi studi Politbiro yang berfokus pada modernisasi pertahanan.

Sebagai pemimpin tertinggi angkatan bersenjata, Xi juga menekankan pentingnya menjaga loyalitas melalui pembinaan ideologi politik yang kuat bagi Tentara Pembebasan Rakyat China atau People's Liberation Army (PLA). Pemimpin Tiongkok itu turut mengingatkan agar pengawasan terhadap proyek-proyek strategis semakin diperketat guna mencegah celah korupsi.

Arahan penting ini mengemuka saat PLA tengah bersiap menyambut hari jadi mereka yang ke-100 pada tahun 2027 mendatang. Di bawah komando Xi, militer China ditargetkan mampu mencatatkan lompatan signifikan dalam pembangunan kekuatan tempur modern, meski institusi pertahanan tersebut sempat diguncang oleh gelombang pemberantasan rasuah.

Topics
xi jinping militer china kecerdasan buatan ai pla pertahanan teknologi militer tiongkok
Koresponden Internasional & Analis Global

Dewi membawa perspektif global untuk pembaca Kabayan News. Dengan pengalaman tinggal di Amerika Serikat, Inggris, dan Singapura, ia memahami dinamika geopolitik dan ekonomi dunia. Kini berbasis di Jakarta, ia meliput bagaimana isu global berdampak pada Indonesia, dengan fokus pada hubungan internasional, perdagangan global, dan isu-isu kemanusiaan.