Presiden China Xi Jinping kembali menegaskan ambisi besar negaranya dalam sektor pertahanan. Orang nomor satu di Negeri Tirai Bambu tersebut secara tegas meminta jajaran militernya untuk mempercepat adopsi teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) serta sistem otonom.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Langkah strategis ini dinilai krusial demi mewujudkan angkatan bersenjata yang lebih modern, adaptif, dan berbasis teknologi tinggi di masa depan. Instruksi tersebut disampaikan langsung oleh Xi dalam sesi studi Politbiro yang berfokus pada modernisasi pertahanan.
Sebagai pemimpin tertinggi angkatan bersenjata, Xi juga menekankan pentingnya menjaga loyalitas melalui pembinaan ideologi politik yang kuat bagi Tentara Pembebasan Rakyat China atau People's Liberation Army (PLA). Pemimpin Tiongkok itu turut mengingatkan agar pengawasan terhadap proyek-proyek strategis semakin diperketat guna mencegah celah korupsi.
Arahan penting ini mengemuka saat PLA tengah bersiap menyambut hari jadi mereka yang ke-100 pada tahun 2027 mendatang. Di bawah komando Xi, militer China ditargetkan mampu mencatatkan lompatan signifikan dalam pembangunan kekuatan tempur modern, meski institusi pertahanan tersebut sempat diguncang oleh gelombang pemberantasan rasuah.