Kabayan News Kabayan News
/home / berita / Studi Ungkap AI Bikin Orang...
BERITA

Studi Ungkap AI Bikin Orang Overconfident, Percaya Diri Keliru

By Redaksi Kabayan News • 2 min read • 29 Juli 2026
Ilustrasi seseorang menggunakan laptop dengan ikon AI dan tanda tanya, menunjukkan kebingungan dan kepercayaan diri berlebihan akibat saran AI

Ilustrasi seseorang menggunakan laptop dengan ikon AI dan tanda tanya, menunjukkan kebingungan dan kepercayaan diri berlebihan akibat saran AI

Studi terbaru mengungkap fakta mengejutkan tentang perilaku manusia saat berinteraksi dengan kecerdasan buatan. Alih-alih menjadi lebih berhati-hati, orang justru menjadi lebih percaya diri ketika mendapatkan saran yang salah dari AI.

Penelitian yang dipimpin oleh Valerio Capraro, profesor psikologi di University of Milan-Bicocca, menemukan bahwa saran AI yang tidak akurat membuat responden kurang tepat dalam menjawab, namun secara mencolok justru meningkatkan keyakinan mereka terhadap jawaban tersebut.

Temuan ini dipublikasikan setelah tim peneliti mengajukan enam pertanyaan tentang detail film-film lawas kepada para partisipan. Pertanyaan-pertanyaan tersebut sengaja dipilih karena model AI secara konsisten memberikan jawaban yang salah, sehingga peneliti bisa mengisolasi efek konsultasi dengan AI.

Hasilnya sangat mencengangkan. Tanpa bantuan AI, partisipan memilih untuk tidak menjawab sekitar 36 hingga 44 persen dari total pertanyaan dalam dua percobaan. Namun ketika AI tersedia, angka itu turun drastis menjadi hanya 3 hingga 6 persen.

Akurasi pun ikut terjun bebas. Partisipan yang bekerja sendiri tanpa AI mencapai tingkat kebenaran 27,5 persen, sementara mereka yang menggunakan AI hanya meraih akurasi 9,2 persen. Ini menunjukkan bahwa AI tidak hanya gagal membantu, tapi justru merusak penilaian pengguna.

Capraro menduga AI menurunkan ambang batas kepercayaan diri yang dibutuhkan seseorang sebelum memutuskan sebuah jawaban. Efek ini terjadi bahkan ketika saran AI muncul secara otomatis tanpa diminta, yang berarti dampaknya bukan sekadar karena orang aktif mencari bantuan.

Penelitian juga menambahkan insentif finansial dan hukuman untuk mendorong kehati-hatian. Meskipun partisipan menjadi sedikit lebih akurat dan berhati-hati, pola utama tetap bertahan. Orang masih cenderung terlalu percaya pada saran AI meskipun salah.

Capraro menekankan bahwa AI seharusnya memperkuat penilaian manusia, bukan menggantikannya sepenuhnya. Temuan ini menjadi peringatan penting di tengah masifnya penggunaan chatbot dan asisten digital dalam kehidupan sehari-hari.

Topics
ai kecerdasan buatan studi psikologi overconfidence valerio capraro akurasi chatbot teknologi perilaku manusia riset
Tim Jurnalis & Analis Berita

Redaksi Kabayan News adalah tim jurnalis profesional, analis, dan kreator konten yang berdedikasi menyajikan berita nasional dan internasional terlengkap. Dari berita politik breaking news hingga analisis ekonomi mendalam, kami hadir untuk masyarakat Indonesia yang cerdas dan haus akan informasi berkualitas.