Jalan Pangeran Jayakarta di Jakarta dahulu dikenal dengan nama Oud Jacatraweg sebagai salah satu jalan tertua yang berkembang di luar tembok kota lama Batavia pada masa lampau.
Berdasarkan catatan sejarah, kawasan di sebelah utara jalan ini berbatasan langsung dengan dinding dalam kota tempat VOC membangun Benteng Jacatra di ujung timur Jalan Dr. Suratmo.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribePada awal abad ke-18, wilayah tersebut sempat menjadi permukiman elit dengan kebun-kebun luas setelah penduduk pindah akibat wabah malaria yang melanda kawasan dalam benteng.
Suasana kawasan tempo dulu juga dihiasi oleh aliran Sungai Ciliwung yang dipenuhi gedung-gedung bergaya Belanda dengan taman tertata rapi di sekitarnya.
Transformasi Kawasan Elit Menjadi Jalur Bersejarah
Transformasi kawasan ini mencatat berbagai aktivitas sosial masyarakat kolonial, termasuk kebiasaan warga menggunakan perahu kecil bernama orembasi untuk saling berkunjung antar-tetangga.
Selain bangunan tempat tinggal orang kaya, di area tersebut juga terdapat berbagai fasilitas penting serta makam Tionghoa pertama yang didirikan pada tahun 1650 bagi Souw Beng Kong.
Perkembangan wilayah ini terus berlanjut seiring perpindahan penduduk menuju kawasan Molenvliet ketika lingkungan sekitar mulai dinilai kurang sehat pada pertengahan abad ke-19.
Kini, sisa-sisa sejarah tersebut masih dapat disaksikan melalui sejumlah bangunan warisan masa lalu seperti gereja tua peninggalan Portugis yang berdiri kokoh di kawasan tersebut.