Kabayan News Kabayan News
/home / nasional / Profil Menara Syahbandar Jakarta,...
NASIONAL

Profil Menara Syahbandar Jakarta, Saksi Sejarah Batavia

By Redaksi Kabayan News • 2 min read • 9 Agustus 2026
Menara Syahbandar di kawasan Pelabuhan Sunda Kelapa Jakarta

Menara Syahbandar di kawasan Pelabuhan Sunda Kelapa Jakarta

Menara Syahbandar berdiri tegak di kawasan Jakarta sebagai salah satu peninggalan penting dari masa kolonial Belanda sejak pertama kali dibangun sekitar tahun 1839. Keberadaan bangunan setinggi 12 meter ini dulunya memegang peranan vital sebagai menara pemantau bagi kapal-kapal keluar-masuk Kota Batavia lewat jalur laut.

Selain memantau pelayaran, fungsi lain dari bangunan ini adalah sebagai kantor pabean untuk mengumpulkan pajak atas barang-barang bongkaran di Pelabuhan Sunda Kelapa. Lokasi menara ini sebenarnya menempati bekas bastion Culemborg yang dibangun sekitar tahun 1645 saat pembuatan tembok keliling kota di tepi barat.

Salah satu daya tarik utama dari situs bersejarah ini adalah pintu besi di bawah menara yang menyimpan misteri jalur akses menuju lorong bawah tanah. Lorong tersebut konon terhubung langsung dengan Benteng Frederik Hendrik yang kini menjadi lokasi Masjid Istiqlal.

Seiring berjalannya waktu, bangunan berusia ratusan tahun ini mengalami pergeseran posisi secara perlahan hingga tampak miring akibat kepadatan lalu lintas kendaraan berat di Jalan Pakin. Kondisi tersebut membuat masyarakat kerap menjulukinya sebagai Menara Miring atau Menara Goyang karena terasa bergetar saat dilewati truk.

Daya Tarik Wisata dan Revitalisasi Menara Syahbandar

Jakarta

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sempat melakukan langkah pemugaran pada awal April 2007 sebagai bagian dari realisasi Program Revitalisasi Kota Tua. Upaya penataan ini dilakukan guna merawat struktur bangunan bersejarah agar tetap bisa disaksikan oleh generasi mendatang.

Pengunjung kini dapat menikmati pengalaman menyusuri ruang-ruang di dalam menara hingga mencapai puncak untuk memandang panorama kapal di Pelabuhan Sunda Kelapa. Aktivitas menaiki tangga kayu tua memberikan sensasi tersendiri dalam meresapi atmosfer masa lampau ibu kota.

Di lantai bawah menara, pengunjung juga dapat melihat jejak ruang perlindungan kuno meskipun akses menuju terowongan bawah tanah kini telah ditutup demi alasan keselamatan. Penutupan jalur tersebut dilakukan untuk menghindari berbagai risiko yang tidak diinginkan bagi wisatawan.

Keberadaan Menara Syahbandar kini tetap bertahan di tengah modernisasi kota sebagai pengingat kejayaan Pelabuhan Sunda Kelapa pada masa lalu. Monumen ini menjadi destinasi edukasi sejarah yang menarik bagi siapa saja yang ingin mengenal akar peradaban Jakarta lebih dekat.

Topics
menara syahbandar jakarta sejarah sunda kelapa batavia wisata sejarah cagar budaya pemprov dki
Tim Jurnalis & Analis Berita

Redaksi Kabayan News adalah tim jurnalis profesional, analis, dan kreator konten yang berdedikasi menyajikan berita nasional dan internasional terlengkap. Dari berita politik breaking news hingga analisis ekonomi mendalam, kami hadir untuk masyarakat Indonesia yang cerdas dan haus akan informasi berkualitas.