Profil Kota Sukabumi di Jawa Barat menyimpan catatan sejarah yang panjang, bermula dari pembukaan lahan perkebunan kopi pada masa pemerintahan kolonial VOC hingga berkembang menjadi wilayah otonom yang asri. Berdasarkan catatan arsip Hindia Belanda, wilayah yang dikenal dengan suhu udaranya yang sejuk ini dulunya merupakan bagian dari Kepatihan Tjikole sebelum akhirnya bertransformasi menjadi salah satu pusat perekonomian penting di Priangan Barat.
Berdasarkan analisis awak media dari dokumen historis, nama Soekaboemi pertama kali diperkenalkan oleh seorang ahli bedah sekaligus pengusaha perkebunan asal Belanda bernama Andries de Wilde pada 13 Januari 1815. "Nama Soeka Boemi pertama kali dicantumkan oleh de Wilde dalam laporan surveinya saat menginap di Kepatihan Tjikole," demikian penjelasan mengenai jejak awal penamaan wilayah tersebut yang dikutip dari catatan sejarah.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeTerdapat dua pendapat populer mengenai asal usul penamaan kota ini yang terus hidup di tengah masyarakat. Pendapat pertama menyatakan bahwa nama tersebut berasal dari bahasa Sunda yakni suka dan bumen yang bermakna kawasan yang disukai untuk menetap karena udaranya yang nyaman. Sementara pendapat kedua menyebutkan bahwa nama itu berasal dari bahasa Sanskerta yaitu suka dan bhumi yang berarti bumi yang disenangi.
Seiring berjalannya waktu, letak geografisnya yang strategis di antara Batavia dan Bandung mendorong pemerintah kolonial membangun jalur kereta api pada tahun 1882 untuk mendistribusikan hasil bumi seperti teh dan kopi. Perkembangan pesat ini kemudian mengantarkan wilayah tersebut resmi mendapatkan status gemeente atau kota praja pada 1 April 1914 akibat lonjakan populasi bangsa Eropa yang cukup signifikan pada masa itu.
Secara geografis, wilayah perkotaan ini berada di kaki Gunung Gede dan Gunung Pangrango dengan ketinggian rata-rata mencapai ratusan meter di atas permukaan laut. Posisi ini menjadikan kawasan tersebut dikelilingi oleh topografi pegunungan yang memberikan karakteristik iklim tropis sejuk, menjadikannya salah satu destinasi hunian dan kunjungan yang sangat diminati di Provinsi Jawa Barat.