Permainan papan strategis Go memiliki sejarah yang sangat panjang dan kaya, membentang dari Tiongkok kuno hingga era modern di berbagai belahan dunia. Berdasarkan sensus yang dilakukan di Jepang pada tahun 2002, diperkirakan ada lebih dari 24 juta orang di seluruh dunia yang memainkan permainan ini, dengan sebagian besar pemainnya berasal dari benua Asia. Sejarah panjang Go dibagi ke dalam beberapa era penting, mulai dari periode sebelum abad ke-17, abad ke-17 hingga ke-19, hingga abad ke-20.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Jejak awal permainan ini di Tiongkok dikenal dengan nama Wei Qi, yang catatan pertamanya bahkan disebutkan oleh filsuf terkenal Mencius. Seiring berjalannya waktu, popularitas Go menyebar ke berbagai negara tetangga seperti Jepang pada periode Edo dan Tiongkok pada masa Dinasti Qing. Sementara itu, di Korea, masyarakat setempat mengembangkan varian permainan Go yang dikenal dengan nama Sunjang baduk, yang memiliki karakteristik unik tersendiri dalam aturan dan cara memainkannya.
Memasuki masa berdirinya Tokugawa Shogunate di Jepang, perkembangan Go semakin terstruktur dengan didirikannya empat akademi utama. Pemerintah saat itu juga menetapkan posisi Godokoro atau menteri Go, yang diberikan kepada pemain terkuat di setiap generasi. Pemain yang menduduki posisi prestisius ini dijuluki sebagai Meijin, yang artinya manusia brilian, dengan tingkat keahlian setara dengan peringkat 9 dan profesional pada masa sekarang. Tercatat hanya ada sepuluh pemain yang berhasil menerima gelar terhormat Meijin selama periode 300 tahun tersebut.
Di Tiongkok kuno, para pemain terbaik dapat mencapai level Guoshou yang berarti tangan nasional, atau mendapatkan gelar kehormatan Qisheng yang disematkan kepada pemain terkuat yang tidak terkalahkan. Sistem peringkat untuk pemain Go sendiri mulai dikembangkan sejak masa Dinasti Han Barat dan diresmikan oleh pemerintah pada periode Dinasti Utara dan Selatan. Sistem tersebut menggunakan sembilan tingkat peringkat yang dinamakan pin, yang juga diadopsi dari sistem penjenjangan pejabat pemerintahan pada masa lampau.