Rumah Sakit Primaya PGI Cikini berdiri sebagai salah satu institusi kesehatan swasta bersejarah yang terletak di kawasan Cikini, Jakarta Pusat. Kompleks rumah sakit ini menempati lahan seluas 5,6 hektare dengan kapasitas sekitar 300 tempat tidur dan dikelilingi taman asri.
Bangunan utama rumah sakit ini memiliki sejarah panjang karena awalnya merupakan rumah besar rancangan pelukis kenamaan Indonesia Raden Saleh yang dibangun pada tahun 1852. Arsitektur bangunan tersebut terinspirasi dari gaya Kastil Callenberg dan dulunya sempat berfungsi sebagai tempat pemeliharaan kijang serta koleksi hewan liar.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeTransformasi bangunan menjadi fasilitas medis bermula pada tahun 1898 setelah dibeli menggunakan dana sumbangan Ratu Emma dari Belanda melalui prakarsa Dominee Cornelis de Graaf bersama istrinya. Status pusat kesehatan tersebut resmi ditingkatkan menjadi rumah sakit Kristen pertama di Indonesia dengan nama Koningen Emma Ziekenhuis.
Perjalanan kepengurusan institusi ini mengalami beberapa kali pergantian era, mulai dari masa pendudukan Angkatan Laut Jepang hingga dikelola oleh yayasan swasta dan Dewan Gereja Indonesia. Nama yayasan kemudian disesuaikan menjadi Yayasan Kesehatan PGI Cikini menyusul perubahan nomenklatur organisasi gereja di Indonesia.
Jejak Sejarah dan Layanan Medis Modern
Kini, rumah sakit tersebut terus beroperasi dengan menyediakan berbagai layanan spesialis kedokteran modern guna memenuhi kebutuhan masyarakat perkotaan. Keberadaan fasilitas ini tetap mempertahankan nilai historis arsitektur kolonial di tengah dinamika perkembangan ibu kota.
Eksistensi rumah sakit ini tidak lepas dari peran penting para tokoh pendiri Asosiasi Keperawatan di Hindia pada akhir abad ke-19. Perpindahan pusat medis dari Gang Pool ke gedung bekas milik Raden Saleh menandai tonggak sejarah baru pelayanan kesehatan profesional di Batavia.
Fasilitas kesehatan ini juga pernah mencatat momen bersejarah ketika dikunjungi oleh Archduke Franz Ferdinand dari Austria pada tahun 1893 dalam rangkaian tur dunianya. Kunjungan tersebut memperlihatkan peran kawasan sekitar bangunan dalam menyongsong pameran besar masa kolonial.
Memasuki era modern, manajemen rumah sakit mengembangkan berbagai layanan spesialis guna menjawab tantangan dunia kedokteran kontemporer. Ragam poliklinik spesialis dihadirkan untuk memberikan penanganan medis komprehensif bagi pasien dari berbagai kalangan.