Profil Agum Gumelar mencerminkan perjalanan hidup seorang tokoh multiperan yang meniti karier cemerlang dari dunia militer hingga puncak kekuasaan politik dan keolahragaan nasional. Lahir pada tanggal 17 Desember 1945, ia mengawali langkah pengabdian sebagai prajurit setelah lulus dari Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia pada tahun 1968.
Berdasarkan analisis awak media, rekam jejak militer Agum terbilang sangat progresif melalui berbagai penugasan strategis termasuk Komando Pasukan Khusus hingga posisi penting di Badan Intelijen Strategis ABRI. Puncak pengabdian militer tersebut mengantarkannya memegang tongkat komando teritorial dari Sumatera hingga Sulawesi sebelum akhirnya menakhodai Lembaga Ketahanan Nasional.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeMemasuki masa purnatugas, babak baru karier politik Agum terbuka lebar ketika Presiden Abdurrahman Wahid mempercayakannya posisi Menteri Perhubungan dan Telekomunikasi pada tahun 1999 di Kabinet Persatuan Nasional. Sebagaimana dilaporkan dalam berbagai catatan sejarah pemerintahan, ia bahkan sempat memegang posisi strategis sebagai Menteri Pertahanan dan Menteri Koordinator Bidang Politik, Sosial, dan Keamanan.
Pengamatan tim redaksi menunjukkan bahwa pengaruh politik Agum terus berlanjut di bawah kepemimpinan Presiden Megawati Soekarnoputri lewat jabatan Menteri Perhubungan sebelum ia memutuskan maju sebagai calon wakil presiden pada pemilihan umum tahun 2004 berpasangan dengan Hamzah Haz. Langkah politik elektoral tersebut berlanjut lewat keikutsertaannya dalam Pemilihan Gubernur Jawa Barat tahun 2008.
Selain dunia pemerintahan, dedikasi besar diberikan Agum bagi perkembangan olahraga nasional, terutama saat memimpin Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia dan Komite Olahraga Nasional Indonesia. Kiprah kepemimpinannya kembali diandalkan negara ketika FIFA menunjuknya sebagai Ketua Komite Normalisasi PSSI guna meredam kisruh manajemen sepak bola tanah air pada tahun 2011.
Kehidupan pribadi Agum juga lekat dengan dinamika lingkaran kekuasaan nasional melalui pernikahannya dengan Linda Amalia Sari, putri dari tokoh militer Achmad Tahir. Berdasarkan penelusuran latar belakang keluarga, dinasti politik mereka semakin kuat tatkala sang menantu, Taufik Hidayat, turut serta mengabdi dalam jajaran pemerintahan Indonesia.